Jasa Telekomunikasi
Keterkaitannya dengan industri telekomunikasi dan IT nasional
Latarbelakang
Angin segar reformasi telah pula menerpa sektor telekomunikasi, restrukturisasi telekomunikasi akan segera diterapkan pada industri telekomunikasi dalam negeri. Agar restrukturisasi dapat memenuhi tujuan dad pembangunan sektor telekomunikasi dan informasi Indonesia seperti terkandung dalam visi bangsa pembangunan masyarakat informasi In_1pn~iaiJusantara-21 maupun yang tertuang dalam Telematika Indonesia, perlu dilakukan penelaahan dan analisa yang menyeluruh dan multidimensi dan perkembangan ekonomi global maupun perkembangan teknologi IT itu sendiri.
Arah ke depan dad pembanguna7i~ industri telekomunikasi dan informasi dalam negeri perlu didefinisikan dengan jelas dan dimasyarakatkan agar usaha realisasinya dapat sinergi membentuk suatu vektor yang besar dan searah, sehingga dapat menciptakan daya saing global industri telekomunikasi dan informasi dalam negeri
Trend Global Perkembangan IT
Trend global perkembangan IT sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor penting
yaitu:
1. Kemajuan teknologi telekomunikasi dan informatika
2. Globalisasi ekonomi yang menempatkan telekomunikasi sebagai jasa yang diperdagangkan dan sebagai sarana vital bagi sebagian besar jasa lainnya
3. Datangnya masyarakat informasi yang menempatkan informasi menjadi faktor produksi yang amat strategis
Kemajuan teknologi telekomunikasi dan informatika
Pergeseran jasa telekomunikasi dewasa mi diawali dengan adanya konvergensi antara teknologi telekomunikasi, informatika dan elektronika yang memuncak di awal tahun 90-an. Masyarakat pengguna jasa telekomunikasi sudah tidak lagi mengharapkan jasa telekomunikasi hanya sebagai sarana penghubung suatu lokasi dengan Iokasi Iainnya yang berjarak cukup jauh untuk berkomunikasi atau berbicara.
Perkembangan IT se,vices selanjutnya sangat ditentukan oleh perkembangan komponen-komponen IT itu sendiri, yaitu teknologi telekomunikasi (yang lebih dikonotasikan sebagai teknologi jaringan atau kanal informasi), teknologi komputer (bertitik berat pada perkembangan perangkat Iunak) dan teknologi elektronika. Beragam bentuk Iayanan dan informasi yang dibutuhkan masyarakat telah mendorong berkembangnya teknologi jaringan telekomunikasi berdasarkan kriteria yang beragam pula, seperti masalah keamanan, keandalan, kecepatan, cakupan, personalitas, portabilitas, dan harga. Maka muncul Iah teknologi-teknologi barn seperti IN, ISDN, frame relay, ATM, SDH, HFC, GSM, CDMA, ADSL hingga pada teknologi satelit. Tantangan bagi industri telekomunikasi selanjutnya adalah
bagaimana menyediakan kanal informasi yang sesuai kebutuhan, murah, efisien dan andal.
Peran industri komputer, terutama industri perangkat Iunak, sangat menentukan dalam memunculkan Iayanan-Iayanan barn. Sejumlah vendor besar dalam industri perangkat Iunak dewasa mi tengah bersaing dalarn menciptakan dan merebut pasar Iayanan-Iayanan baru berbasis IT. Disamping itu, perusahaan-perusahaan jasa di berbagai sektor tengah bersaing juga untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada para kastememya dengan menerapkan layanan berbasis IT services.
Sedangkan industd elektronika sangat berperan dalam menghasilkan perangkatperangkat janngan dan terminal jasa telekomunikasi yang berkemampuan tinggi. Karaktenstik perangkat terminal jasa telekomunikasi selanjutnya sangat menentukan kepada tingkat aksesibilitas Iayanan dan tingkat pemanfaatan Iayanan oleh para penggunanya.
Pergeseran barn teknologi telekomunikasi kini sedang terjadi yang didorong oleh perkembangan teknologi internet yang secara drastis telah mernbah paradigma telekomunikasi dad voice centric menjadi data centric.
Beberapa riset menunjukkan bahwa voice traffic pada tahun 2001 hanya akan tinggal 2% dad keselurnhan trafik yang terjadi yang diramalkan akan didominasi oleh trafik data. Pertumbuhan trafik data sendiri akan meningkat secara drastis sekitar 10-25 kali dibandingkan trafik voice pada 3 tahun ke depan.
Pergeseran mi membawa dampak yang signifikan terhadap industd telekomunikasi konvensional yang selama mi didominasi oleh industri perangkat keras. Dominasi industri mulai bergeser dad perangkat keras ke perangkat Iunak baik software maupun content.
Perkembangan industri telekomunikasi dan informasi di atas, baik dad sisi teknologi maupun Iayanan, menuntut adanya pembaharuan regulasi dan peran para pelaku (network/service/content provider) dalam bisnis jasa telekomunikasi dan informasi.
Globalisasi ekonomi
Adanya globalisasi ekonomi yang diwujudkan secara konkrit dalam kesepakatan WTO, APEC dan AFTA dalam menciptakan perdagangan dunia yang bebas telah membenkan tekanan yang kuat bagi negara-negara di dunia untuk mengakhiri era monopoli sektor telekomunikasi.
Dengan berakhirnya era monopoli, dimulailah era kompetesi sektor telekomunikasi yang segera menciptakan suatu Iingkungan barn dan kesempatan bisnis barn bagi sektor telekomunikasi. Setiap operator jasa telekomunikasi yang bersaing bernsaha untuk memberikan Iayanan yang terbaik bagi kastamer dengan harga yang kompetitif. Persaingan mi telah menciptakan suatu peluang baru yang besar bagi vendor pembuat perangkat keras maupun Iunak untuk dalam menciptakan Iayanan-Iayanan dan teknologi-teknologi barn.
Era globalisasi telah menempatkan pula IT sebagai tulaflg punggung kegiatan ekonomi dunia karena mernpakan satu-satunya media yang dapat menyediakan layanan yang border! ess dan multidimensj. Posisi IT yang Strategis dalam percaturan
ekonomi global mi telah menjadikan jasa telekomunikasi sebagai jasa yang diperdagangkan dan sarana vital bagi sebagian besar jasa Iainnya.
Posisi strategis mi pula yang telah membuka peluang bisnis barn bagi penyedia jasa telekomunikasi dan informasi. Pernsahaan yang pada awalnya membenkan layanan data, saat mi bisa memasuki bisnis telekomunikasi dan bahkan entertainment. Perusahaan entertainment bisa memasuki bisnis telekomunikasi dan data. Dan perusahaan yang pada awalnya hanya memberikan layanan komunikasi~ saat bisa memberikan Iayanan entertainment dan data. Dalam penyelenggaraanya, pernsahaan-perusahaan tersebut dapat berperan sebagai network provider, service provider, content provider atau bahkan ketiganya.
Datangnya masyarakat informasi
Sejak kehadiran era informasi, kesadaran masyarakat akan pentingnya informasj terns meningkat, dan mendorong fungsi jasa telekomunikasi berubah menjadi sarana untuk mendapatkan informasi.
Bentuk-bentuk informasi yang ingin diperoleh semakin had semakin beragam, mulai dad informasi bisnis, pendidikan, komersial, hingga hiburan. Sejumlah kegiatan sehad-had yang biasa dilakukan secara manual! tatap muka, mulai beralih untuk dilakukan melalui jasa telekomunikasi, seperti transaksi bisnis, proses pengajaran jarak jauh, belanja jarak jauh, dan beberapa proses perkantoran yang sudah beralih dengan memanfaatkan jasa telekomunikasi. Maka belakangan sedng kita dengar
istilah e-commerce, tele-shopping, distance learning, e-banking, e-business, EDI, video conference, video on demand, multimedia dan e-govemment. Di negaranegara maju, peralihan proses telah membedkan nilai tambah yang begitu besar bagi pernsahaan, dalam bentuk peningkatan efisiensi dan keuntungan yang semakin besar.
Lahir dan berkembangnya Internet telah memberikan nuansa lain dad jasa telekomunikasi konvensional yang sudah Iama dikenal masyarakat sebelumnya, yaitu POTS. Industri-industri teknologi inforrnasi yang berkecimpung di Internet terns berusaha mengembangkan Iayanan-Iayanan barn melalui Internet. Bahkan sejumlah pernsahaan jasa telah menjadikan Internet sebagai salah satu tulang punggung bisnisnya. Internet memang membedkan akselerasi yang Iuar biasa terhadap pergeseran jasa telekomunikasi menjadi jasa teknologi informasi atau IT services.
Perkembangan Industri IT di Indonesia
Perkembangan internet di dunia telah membawa dampak yang signifikan bagi Industri IT di Indonesia seperti menjamurnya ISP, munculnya software house baik besar maupun kecil dan bermunculannya web commerce yang tidak pemah terbayangkan sebelumnya.
Angka pertumbuhan internet di Indonesia pada tahun 95 sebesar 700 % per tahun, sementara dunia hanya sebesar 100 %. Berdasarkan Iaporan WoiId
Telecommunication Development Report, jumlah pengguna pengguna internet pada tahun 1996 sebesar 80.000 pengguna dengan jumlah populasi PC sebanyak 940.000 dan jumlah host sebanyak 9591. Jumlah PC sampai awal tahun 1999 mi sudah mencapai 3 juta, sehingga diperkirakan jumlah pengguna internet pada tahun
1999 mi berjumlah 260 dbu. Pertumbuhan yang sangat signifikan apalagi mengingat kondisi krisis ekonomi. Pertumbuhan mi diperkirakan akan Iebih tinggi Iagi apabila tidak terjadi krisis ekonomi.
Dengan masuknya Internet dalam era komersial pada awal tahun 90-an, maka bermunculanlah situs commerce di Indonesia. E-Commerce mernpakan suatu bentuk elektronisasi atau digitalisasi berbagai bentuk proses jual beli dan berbagai bentuk transaksi bisnis Iainnya. Definisi proses jual bell dan transaksi bisnis Iamn di sini di mata produsen meliputi mengiklankan produk, menawarkan servis, membedkan cara transaksi online dengan Online Payment Systems yang balk, akses informasi secara online (seperti online seminar dan teletraining) serta beberapa aktifitas lain.
Proyeksi eStats di tahun 2000 konsumen eCommerce di dunia, akan tumbuh menjadi 92 % dad pengguna internet dan dad jumlah aktual transaksi tumbuh menjadi 45 % dad pengguna internet. Jika di tahun 2000 diperkirakan pengguna Internet menjadi 142 juta maka berarti 130,64 juta pengguna internet akan memiliki lifestyle eComrnerce, di mana aktual pengguna yang transaksi akan tumbuh menjadi 63,9 juta. Indonesia pada tahun 2000, diramalkan pengguna intemetnya akan tumbuh menjadi konsumen eCommerce.
Layanan informasi kini beralih kepada pemanfaatan teknologi Internet. Yellow Pages (Buku Telepon) kini bisa juga didapat pada Internet, informasi billing telkom kini juga sudah dapat dinikmati melalui Internet. Tidak menutup kemungkinan Iayanan telekomunikasi lain juga dapat memanfaatkan teknologi Internet, Voice Over IP dan Fax Service via Internet serta jasa-jasa telekomunikasi Iainnya.
Semakin banyaknya kegiatan pemanfaatan perangkat telekomunikasi yang ada menyebabkan arah percepatan Teknologi Informasi di Indonesia bergerak ke pengembangan perangkat lunak dan kontent yang memanfaatkan teknologi telekomunikasi yang ada.
Berkembangnya industd perangkat Iunak dan kontent juga diakibatkan oleh karena adanya kebutuhan dad beberapa pihak terhadap informasi dalam format yang Iebih sesuai untuk kepentingannya. Kebutuhan tersebut diakomodasi oteh perangkat Iunak sebagai pengolah data/informasi dan softwarenya lebih dikenal sebagai suatu Decision Support System (DSS).
Kalau industri software dan kontent di Indonesia menunjukkan kurva tumbuh, tidak demikian halnya dengan industd dalam neged hardware konvensional telekomunikasi. Dengan pesatnya perkembangan teknologi telekomunikasi dan informasi, industn perangkat keras dalam negeri banyak mengalami kemunduran, karena tidak didukung dengan kapital yang besar dan dukungan R&D yang kuat
Strategi pembangunan industri IT di Indonesia
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, jasa telekomunikasi di Indonesia saat pun sudah mengalami pergeseran menuju Iayanan informasi. Sehingga perkembangan jasa telekomunikasi sangat ditentukan oleh ketiga unsur industn pendukung teknologi inforrnasi.
kondisi kdsis yang tengah dialami bangsa Indonesia membuat hampir semua sektor industri di Indonesia mengalami masa-masa sulit, terutama bagi industri yang
membutuhkan modal dan biaya operasi yang tinggi. Hal yang sama juga dialami industd IT. Sejumlah pernsahaan yang bergerak di bidang pengembangan perangkat keras, khususnya industri elektronika dan perangkat telekomunikasi, mengalami defisit yang luar biasa. Namun secara kontradiktif, ada suatu perkembangan yang hams tems berlangsung di bidang jasa telekomunikasi. Kondisi lain yang tidak mendukung adalah berjayanya pemain-pemain besar dunia di bidang industri elektronika dan telekomunikasi di Indonesia. Mereka memang hams diakui dapat menawarkan produk-produk perangkat keras yang balk dalam segala aspek selain memang perkembangan teknologi informasi di Indonesia sudah dalam kendali mereka.
Suatu celah yang masih terbuka Iebar adalah penyediaan content dalam pengembangan jasa telekomunikasi barn. Industd yang kompeten dalam penyediaan content adalah industd perangkat Iunak. Industd membutuhkan investasi yang relatif kecil dibandingkan industri IT lain yang bersifat hardware. Investasi yang paling utama dalam industd perangkat lunak adalah kemampuan sumber daya manusia. Saat mi sudah banyak pergurnan tinggi yang setiap tahunnya menghasilkan ratusan hingga dbuan sumber daya manusia profesional di bidang pengembangan perangkat Iunak. Jadi dad sisi penyiapan sumber daya manusia, industd perangkat Iunak di Indonesia memiliki potensi yang baik.
Permasalahan selanjutnya adalah mencad cara yang efektif untuk mengoptimalkan sumber daya manusia bidang pengembangan software yang berpotensi dalam mendukung pengembangan jasa telekomunikasi. Salah satu kunci keberhasilannya adalah tumbuh subumya inovasi dan kuatnya R&D telekomunikasi. Jasa-jasa telekomunikasi barn di negara-negara yang sudah lebih maju, seperti Jepang dan Singapura, Iahir karena inovasi yang begitu subur serta kuatnya dukungan R&D telekomunikasi untuk mewujudkan inovasi-inovasi tersebut. Untuk dapat Iahir sebagai suatu jasa barn, maka suatu inovasi perlu mendapatkan dukungan investasi. Sebagian investasi dibutuhkan untuk kegiatan R&D tersebut. Namun di tengah kondisi knsis yang masih melanda Indonesia, investasi yang besar jelas mernpakan sesuatu yang tidak mungkin. Dengan demikian kuncinya terdapat pada pengembangan perangkat Iunak yang membutuhkan investasi jauh Iebih kecil.
Lambat laun, namun pasti, pertumbuhan jasa telekomunikasi barn tersebut akan membedkan kontdbusi yang berharga bagi perekonomian bangsa. Di saat kondisi sudah membaik, maka industri elektronika dapat kembali tumbuh untuk membenkan akselerasi yang Iebih tinggi pada perkembangan jasa telekomunikasi.
Penutup
Pergeseran kebutuhan dan kemajuan teknologi jasa telekomunikasi telah menuntut adanya pembaharnan regufasi dalam bisnis jasa telekomunikasi dan informasi. Tujuan pembaharnan tersebut tidak lain adalah untuk menciptakan lingkungan kompetisi dan meningkatkan peluang bisnis dalam industri jasa telekomunikasi dan informasi yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan perkembangan masyarakat informasi dewasa mi. Pada akhimya pembaharnan regulasi tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan perekonomian Indonesia memasuki era globalisasi ekonomi mendatang. Namun pembaharnan regulasi jasa telekomunikasi dan informasi mi tidak Iah begitu berarti tanpa diikuti oleh pembaharnan regulasi di sektor lain, seperti pembaharuan regulasi sektor perdagangan untuk menunjang ecommerce.
kebijakan-kebijakan yang tepat untuk menumbuhkan industri IT nasional pada arah yang sesuai juga sangat diperlukan. Pengarahan investasi pada industd IT berorientasi ‘softgoods’ sangat sesuai untuk kondisi Indonesia yang masih mengalami kesulitan dalam memperoleh kapital besar.
Referensi:
- John Welly, 2004 , Jasa Telekomunikasi ,Jakarta
Selasa, 23 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar