Minggu, 04 Januari 2009

Materi Public Relations: PR Untuk LDK

Oleh Hendratno ST (Ulmuni T. Informatika Univ. Trisakti)

MUKADIMAH
Hudzaifah.org - Tulisan ini adalah kajian singkat seputar Public Relation. Tulisan ini hendak menfokuskan diri kepada public relation bagi sebuah Lembaga Dakwah Kampus (LDK). Tapi tidak tertutup kemungkinan untuk bisa diterapkan di bentuk lembaga lainnya. Karena pada dasarnya public relation adalah kebutuhan umum bagi sebuah organisasi. Bahkan sebuah negara pun membutuhkan fungsi Public Relation ini di dalam struktur kenegaraannya, untuk berkomunikasi dengan warganya sendiri dan entitas lain di luar negeri.
Public Relation (PR) atau kadang disebut dengan istilah Hubungan Masyarakat (humas) memiliki posisi yang sangat penting dalam sebuah organisasi, terutama bila organisasi tersebut sering berinteraksi dengan masyarakat luas. PR sangat menentukan perwajahan organisasi tersebut di mata masyarakat luas. Hal tersebut disebabkan karena PR-lah yang merupakan salah satu front liner penting dalam berkomunikasi dengan masyarakat. PR menentukan kesan positif sebuah organisasi di mata masyarakat. Dan hubungan dengan masyarakat akan menentukan bagaimana organisasi tersebut bersosialisasi di tengah-tengah masyarakat. Dengan kata lain, PR juga berperan dalam membangun hubungan, khususnya hubungan komunikasi, antara organisasi dengan masyarakat luas. Untuk itu, di dalam sebuah PR sangat penting untuk bisa mengelola manajemen komunikasi.
Follow up:
Bila sebuah organisasi tidak memiliki PR, sebenarnya bukan tidak mungkin organisasi tersebut bisa menjalin hubungan komunikasi dengan masyarakat. Namun tanpa keberadaan PR, biasanya fungsi-fungsi hubungan masyarakat akan tidak terurus dengan baik, karena agenda-agenda organisasi begitu banyak. Akhirnya hal tersebut kadang kala menyebabkan terjadinya hubungan komunikasi yang kurang baik, bahkan bisa menyebabkan miscommunication dengan masyarakat. Oleh karena itulah keberadaan PR sangat dibutuhkan dalam hal spesialisasi mengurus hubungan dengan masyarakat luas.
Selain itu, kebutuhan akan keberadaan PR menjadi sangat penting di era informasi ini. Di zaman sekarang, masyarakat luas sudah sangat mudah dalam mengakses informasi, baik itu dari televisi, koran, majalah, internet, radio, dan sebagainya. Namun informasi-informasi yang mereka dapatkan, tidak selalu merupakan informasi yang benar. Adakalanya masyarakat akan mendapatkan informasi yang keliru. Kalau dikaitkan dengan sebuah organisasi, maka informasi yang keliru itu bisa ditimbulkan karena organisasi tersebut tidak memiliki fungsi PR di dalamnya. Informasi yang keliru tersebut bisa timbul dari opini masyarakat ataupun dari pemberitaan media massa. Di sinilah sebuah organisasi sangat membutuhkan PR untuk mengcounter informasi-informasi keliru yang barangkali perlu diluruskan. Yang perlu digarisbawahi di sini adalah, bahwa bentuk informasi yang diterima masyarakat itu akan membentuk penyikapan masyarakat kepada organisasi kita. Bila informasi yang mereka terima adalah informasi yang keliru, maka mereka akan menyikapi organisasi kita dengan sikap yang tidak kita inginkan.
Bagi sebuah Lembaga Dakwah Kampus (LDK), niscaya akan sangat membutuhkan fungsi PR ini di dalam tubuh organisasinya. Terutama bila sebuah LDK sudah memasuki fase/tahapan dimana LDK tersebut sudah mulai merambah untuk lebih intens berkomunikasi dengan masyarakat, khususnya masyarakat kampus. Ruang lingkup aktivitas LDK juga menuntut keberadaan PR, misalnya pada ruang lingkup amal da'awi (pembinaan dan syi'ar), amal khidami (pelayanan), amal ilamy (penerbitan), amal siyasi (perpolitikan), dan seterusnya. Tanpa keberadaan LDK, aktivitas LDK bisa jadi tidak banyak yang mengetahuinya. Jika demikian, maka tidak heran ada beberapa LDK yang dicap sebagai organisasi eksklusif.
Apalagi, sebuah LDK itu mengusung kata-kata "dakwah" di dalamnya. Dakwah itu pada dasarnya menyeru, menyampaikan. Maka komunikasi merupakan kebutuhan yang sangat urgen. Di dalam Al Qur'an sendiri banyak sekali ayat-ayat yang diawali dengan kata-kata: "Sampaikanlah...", atau dengan "Katakanlah...". Dengan demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa LDK membutuhkan PR yang professional dalam berkomunikasi.
Dan masih banyak lagi manfaat yang bisa didapatkan dari fungsi PR ini. Saking pentingnya PR, sudah banyak perusahaan bisnis yang membuat sistem informasi untuk mengelola kehumasan dengan para customernya. Sistem informasi yang berkaitan dengan ini biasanya disebut dengan CRM (Customer Relationship Management). Dan Untuk sebuah organisasi non-profit, kehumasan bisa juga dimanfaatkan untuk fund-raising, menjalin kerjasama, rekrutmen, dan sebagainya.
Lalu seperti apakah bentuk PR bagi sebuah LDK? Tulisan ini hendak memberikan gambaran sederhana tentang apa dan bagaimana PR untuk sebuah LDK. Untuk itu, mari kita telaah dahulu apa saja yang sebenarnya perlu disampaikan dari LDK kita kepada masyarakat luas, khususnya masyarakat kampus kita sendiri.
ENTITAS YANG PERLU DISAMPAIKAN
Beberapa entitas yang perlu disampaikan kepada masyarakat luas itu antara lain adalah:
1. Sikap resmi
Dalam menyikapi beberapa peristiwa, baik itu di dalam kampus maupun di luar kampus, LDK pasti punya sikap resmi. Agar sikap tersebut diketahui secara luas, maka perlu disampaikan kepada masyarakat. Misalnya, bagaimana sikap LDK terhadap kenaikan biaya SPP, terhadap penjajah sebuah negara terhadap negara lainnya, terhadap korupsi, dan sebagainya.
2. Informasi/undangan agenda kegiatan
Pada umumnya, LDK mempunyai kegiatan yang ditujukan untuk umum, misalnya tabligh akbar, pesantren kilat, seminar, training, dan sebagainya. Kegiatan-kegiatan seperti itu perlu disampaikan kepada masyarakat, terutama kepada mereka yang menjadi sasaran peserta. Juga untuk menunjukkan eksistensi LDK, bahwa LDK sangat aktif berperan di masyarakat.
3. Wacana pemikiran
Ini adalah salah satu pekerjaan inti dari sebuah LDK, yaitu menyebarkan wacana pemikiran, tentunya pemikiran fikrah Islamiyah. Dan ini sangat perlu untuk disampaikan kepada masyarakat.
4. Berita
Berita-berita dari internal LDK juga perlu disampaikan kepada masyarakat. Misalnya, LDK baru saja mengadakan bakti sosial di daerah tertentu, atau LDK baru saja mengadakan training dengan harapan tertentu, ucapan terima kasih, dan sebagainya.
5. Dan lain-lain
Masih banyak lagi entitas dari sebuah LDK yang bisa disampaikan kepada masyarakat. Misalnya himbauan untuk menghormati yang puasa ketika bulan Ramadhan, seruan membantu korban bencana, ajakan kepada UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) lainnya untuk turut mengikuti kegiatan LDK, dan sebagainya.
Entitas yang disampaikan dari LDK, bisa berupa:- Teks/naskah- Foto/Grafik/dll- Audio/visual- Media online (situs web)- Dll
SARANA DAN CARA PENYAMPAIAN
Lalu dalam menjalin komunikasi dengan masyarakat luas, tentu membutuhkan sarana dan cara penyampaian. Setiap sarana dan cara penyampaian, harus disesuaikan dengan siapa yang dituju, dan apa isi yang akan disampaikan. Berikut ini adalah beberapa sarana dan cara penyampaian dalam hal kehumasan:
1. Konferensi Pers
Konferensi pers adalah suatu bentuk acara formal yang mengundang wartawan maupun pihak-pihak lain. Biasanya untuk menyampaikan sikap atau pernyataan resmi yang sangat penting untuk diketahui oleh umum. Untuk mengadakan Konferensi pers, LDK harus mengundang wartawan atau media secara resmi, bisa melalui surat, email, telp, maupun fax. Setelah penyampaian sikap, biasanya ada sesi tanya jawab atau wawancara.
2. Press Release
Press Release merupakan sebuah pernyataan resmi, umumnya dalam bentuk surat pernyataan. Press release ini dikirim kepada redaksi-redaksi media, bisa melalui fax, email, surat, dan sebagainya. Press release juga bisa sebagai alternatif bisa sulit mengadakan konferensi pers. Press release juga bisa disampaikan misalnya ketika LDK mengadakan aksi demonstrasi, aksi sosial, dan sebagainya, langsung dibagikan kepada masyarakat melalui lembaran-lembaran, dan sebagainya.
3. Siaran TV/Radio
Bila LDK mempunyai hubungan yang baik dengan stasiun TV atau radio, LDK bisa saja memanfaatkannya untuk menyampaikan segala sikapnya. LDK juga bisa memanfaatkan acara-acara di TV/Radio yang dikhususkan untuk kekampusan, misalnya acara Metro Kampus di MetroTV, dan sebagainya.
4. Surat Undangan
Misalnya untuk mengundang UKM-UKM lain untuk turut serta dalam kegiatan LDK yang terbuka. Atau mengundang buka puasa bersama, undangan seminar, mengundang mengirimkan perwakilan dalam pesantren kilat, dan sebagainya. Surat undangan ini kadangkala sering dilupakan oleh LDK. Padahal dengan sebuah surat undangan yang rapi dan formal, yang diundang akan merasa dihormati. Bentuk undangan juga menentukan penampilan LDK di mata lembaga lainnya.
5. Advertising
Misalnya bila di kampus ada media penerbitan/jurnalistik, bisa saja LDK memasang iklan di media tersebut, dengan catatan biayanya terjangkau oleh LDK. Iklan bisa berupa iklan layanan masyarakat, iklan kegiatan, iklan tentang media yang dimiliki LDK, iklan tentang bisnis yang dimiliki oleh LDK, dan sebagainya.
6. Kolom Surat Pembaca di Koran/Majalah
7. Selebaran/Brosur/Pamflet/Spanduk/Stiker/Baliho/dll
8. Buletin/Majalah/Koran
9. Situs web
10. Wawancara
11. Proposal Kerjasama.
12. Lobby-lobby
12. Dan lain-lain
SASARAN
Pihak-pihak yang menjadi sasaran untuk dijalin hubungan dengan (kehumasan) LDK, tentu sangat banyak sekali. PR harus bisa mendata mereka (entitas luar), terutama mereka yang sangat berkepentingan dengan LDK. Entitas luar bisa berupa personal (individu), organisasi (kelembagaan), ataupun masyarakat secara umum. Berikut ini beberapa klasifikasi entitias luar yang harus menjadi perhatian bagi PR LDK, yaitu:
1. Masyarakat secara luas (baik masyarakat kampus maupun luar kampus).
2. Tokoh-tokoh masyarakat (baik yang di kampus maupun di luar kampus).
3. UKM-UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) lainnya.
4. Ormawa (BEM, Kepresidenan Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa, dan yang sejenisnya).
5. Lembaga penyelenggara pendidikan (Yayasan, Rektorat, Fakultas, Jurusan, dan sebagainya).
6. Lembaga-lembaga mahasiswa ekstra/antar kampus.
7. Media pers (baik yang internal kampus maupun pers lokal/nasional/internasional), yang cetak, radio, televisi, internet.
8. Lembaga pemerintahan (Kepresidenan, MPR, DPR, dan sebagainya).
9. LDK-LDK lainnya yang ada di universitas lain.
9. LSM-LSM / NGO, Partai Politik, atapun ormas-ormas.
10. Lembaga professi.
11. Lembaga penelitian.
12. Dan sebagainya (masih banyak sekali).
Kita sudah melihat bahwa entitas luar itu sangat banyak. Maka, sebuah PR harus bisa membuat databasenya, skala prioritas sesuai dengan momen/kejadian, database kontak person, pengetahuan terhadap karakteristik setiap entitas, dan sebagainya. PR juga harus mengetahui protokoler resmi, terutama bila berhadapan dengan lembaga resmi seperti lembaga pemerintahan. Isu-isu sosial serta etika umum di masyarakat juga harus menjadi perhatian bagi PR.
Dan ada satu hal lagi yang harus menjadi perhatian. PR juga harus menyediakan 'channel' untuk menerima feedback dari dunia luar. Hal ini untuk membentuk komunikasi dua arah antara organisasi dengan dunia luar. Channel yang dimaksud bisa berupa alamat sekretariat (alamat surat), nomor telepon, HP, fax, email, situs web yang interaktif, dan sebagainya. Mengenai channel mana yang dipilih untuk digunakan oleh LDK, itu tergantung kebutuhan dan kemampuan LDK. Pada umumnya, alamat surat dan telepon merupakan standar yang harus sudah ada. Dan jangan lupa, 'channel' tersebut harus dicantumkan di setiap sarana-sarana kehumasan. Misalnya, ketika membuat press release, jangan lupa cantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi. Dan seterusnya.
Demikianlah uraian singkat mengenai PR bagi sebuah LDK. Sebenarnya, tentang kehumasan ini ada ilmunya tersendiri. Untuk itu, tidak ada salahnya jika LDK mengadakan pelatihan khusus tentang kehumasan/PR bagi anggota-anggotanya. Tapi mudah-mudahan, artikel singkat ini bisa memberikan inspirasi kepada LDK agar bisa mengatur (manajemen) dan intens dalam menjalin hubungan komunikasi dengan berbagai pihak di luar sana. []
*) Alumni T. Informatika Universitas Trisakti

Materi Public Relations

PERSPEKTIF PUBLIC RELATIONS
Oleh:Ida Anggraeni Ananda
Pendahuluan
Dilihat dari perkembangan sejarahnya, berkomunikasi untuk mempengaruhi cara pandang dan perilaku seseorang sudah dimulai sejak dahulu kala. Dari situs – situs yang ditemukan oleh para arkeologis di Irak pada abad 18, tampak bahwa usaha melakukan hal ini sudah dilakukan. Pada masa Yunani dan di abad pertengahan masa kejayaan Romawi, ide mengenai "opini publik sudah muncul. Hal ini tampak pada slogan Vox Populi, Vox dei (the voice of the people is the voice of God). Public Relations sudah mulai digunakan berabad – abad lalu di Inggris. Hal ini ditunjukkan dengan munculnya konsep memerlukan pihak ketiga sebagai fasilitator komunikasi dan penyelaras anantara pemerintah dan rakyatnya.
Pada perkembangannya konsep Public Relations di Amerika dimulai sekitar tahun 1900 an yang dipelopori oleh Ivy Lee dengan " The Declaration of Principles". Ivy Lee dianggap sebagai " the father of Public Relations" karena deklarasi asasnya itu, meskipun demikian sebetulnya konsep Public Relations di Amerika sudah ada sejak tahun 1850.( Broom, 2000; 102).
Public Relations di Indonesia sendiri dimulai sejak tahun1950. Perkembangan hubungan masyarakat di Indonesia bergerak menyertai kondisi politik dan kenegaraan saat itu. Pada waktu itu pemerintah Indonesia menyadari perlunya rakyata Indonesia untuk mengetahui segala perkembangan yang terjadi sejak pengakuan kedaulatan Indonesia oleh kerajaan Belanda. Berawal dari pemikiran tersebut maka kegiatan kehumasan mulai dilembagakan dengan menyandang nama hubungan masyarakat karena kegiatan yang dilakukan lebih banyak untuk ke luar organisasi (Onong, 1991; 12)
Pentingnya memahami sejarah perkembangan Public Relations adalah untuk mengawali pemahaman terhadap perkembangan PR di Indonesia. Jika dilihat dari sejarahnya sebetulnya, PR di Indonesia dimulai sangat jauh dari yang sudah dilakukan oleh pemikir-pemikir di Eropa atau Amerika bahkan Australia. PR di Indonesia dimulai di tahun 1950 an dengan konsep yang berbeda dengan konsep yang dianut di negara lain. Berdasarkan pengamatan peneliti dan juga seperti yang diungkapkan oleh Elizabeth Goenawan Anantao dalam Public Relations In Asia an Anthology, Public Relations di Indonesia belum terlalu pesat perkembangannya (Ananto, 2004; 265)
Public Relations digunakan oleh pihak swasta di Indonesia pertama kali oleh PERTAMINA, sebuah perusahaan minyak. Public Relations di Indonesia memang sudah banyak digunakan baik itu di pihak pemerintah maupun swasta di berbagai sektor. Konsep Public Relations dipahami dan digunakan oleh pihak – pihak tersebut dengan berbagai macam pemahaman dan berbagai macam bentuk implementasinya.
Dari hari ke hari PR di Indonesia mulai berkembang seiring dengan perkembangan PR di dunia atau Asia. Menurut Rhenald Kasali dalam bukunya Manajemen PR disebutkan bahwa Public Relations digunakan untuk kepentingan usaha dalam bentuk seperti Olimpiade Korea Selatan, Glassnot Perestroika, Kasus Lemak Babi 1988,dll. Olimpiade yang diselenggarakan oleh tuan rumah Korea Selatan di tahun 1988 menggunakan salah satu jasa konsultan PR. Olimpiade adalah suatu event international yang waktu ini masih sangat greget dimana seluruh perhatian orang tertuju ke sana. Sebagai tuan rumah Korea Selatan ingin bangkit menunjukkan eksitensi dirinya yang memang salah satu keinginannya adalah membuka pasar di dunia untuk memasarakan produk – produknya.
Glasnost dan Perestroika merupakan kampanye PR dalam karya politik sebuah negara. Untuk mengubah negaranya, Michael Gorbachev melontarkan konsep ini untuk mengubah persepsi dunia tentang Uni Soviet dan membuka bangsanya bagi dunia luar.
Kasus – kasus tersebut adalah kasus – kasus yang terjadi hampir 20 tahun yang lalu. Sementara ini masih hangat di tahun 2000 an pada saat negara – negara di Asia terjadi krisis SARS, Hongkong dan Singapura menangani khusus pemulihan citra wisata negaranya dengan menyewa seorang konsultan PR.
Dari kasus – kasus yang ada sebetulnya tampak bahwa PR adalah sebuah fungsi komunikasi yang terencana, tetapi memang kenyataannya masih banyak salah pandang mengenai hal ini.
Ke salah Pengertian tentang PR
1.PR adalah Personal Relation
Untuk menjadi PR harus memiliki kemampuan membina hubungan secara pribadi. Hal ini tidak seluruhnya salah tetapi bukan itu saja tugas dari seorang PR
2.PR adalah propaganda
Memang awal mula akar dari PR dari perang (lihat sejarah di atas). Pada masa perang memang PR digunakan untuk mengirim pesan yang salah untuk mematahkan semangat lawan. Propaganda dilakukan sepihak dan untuk kepentingan kemenangan satu pihak.
3. PR adalah Publisitas
Hal ini tampak pada lembaga pemerintah. Lembaga pemerintah lebih banyak menggunakan PR nya untuk hal ini. PR tidak lebih digunakan sebagai "press relations" yang tugasnya hanyalah mempublikasikan kebijakan pemerintah, menyusun jadwal temu wartawan serta membawa wartawan turut kunjungan ke daerah – daerah.
4. PR adalah iklan gratis
Berita yang dimuat di media dianggap sebagai iklan gratis sehingga banyak praktisi pemasaran berupaya memanfaatkan publikasi pers untuk mendapatkan keuntungan beriklan secara gratis. Padahal seperti diketahui bukan itu tujuan PR dan bukan itu pula tujuan berita.
5. PR adalah menjual senyum
Untuk menjadi PR harus cantik, pandai ha ha hi hi. Jika hanya ini yang dilakukan oleh PR maka sebuah perusahaan pasti akan kehilangan pamornya, apalagi di masa krisis. Pandangan seperti ini bahkan PR seperti yang no 1 masih banyak terjagi bahkan seperti baru – baru ini (sekitar 1 tahun yang lalu), media massa pernah mengangkat isue bahwa PR disamakan dengan hostess, dan frekuensi munculnya isu itu cukup sering. Memang media yang menayangkan hal itu bukan media terkemuka tetapi paling tidak masih ada tertancap di benak pembuat berita bahwa PR hanyalah sebatas senyum dan obral kemampuan personal.
PR sebagai Fungsi Manajemen
Lebih lanjut lagi supaya tidak terjebak dengan kesalahpengertian perlu digali definis – definisi tentang PR. Adapun definisi yang ada adalah sebagai berikut:
Cutlip and Center mendefinisikan Public Relations sebagai fungsi manajemen yaitu mengidentifikasi, memantapkan serta membina hubungan yang saling menguntungkan antara organisasi dengan publiknya baik dalam keadaan sukses maupun gagal.
Grunig mengembangkan definisi tersebut menjadi manajemen komunikasi antara organisasi dan publiknya.
Lawrence W.Long dan Vincent Hazelton mengembangkan sebuah definisi baru yang lebih modern dan memadai bahwa Public Relations adalah fungsi komunikasi melalui adaptasi organisasi, mengubah atau membina hubungan dengan lingkungan dengan tujuan bersama-sama mencapai tujuan dari organisasi. Pendekatan ini menggambarkan bahwa Public Relations adalah lebih dari sekedar mempersuasi melainkan juga membantu mengembangkan kondisi komunikasi terbuka, saling pengertian/saling memahami dengan didasari ide bahwa organisasi juga mau berubah (dalam proses berperilaku dan bersikap) tidak hanya sebagi sasaran khalayak saja. Dapat dikatakan bahwa perusahaan dimungkinkan mengubah kebijakan sebagai hasil tindak lanjut dari dialog dengan lingkungannya.
Definisi tersebut hanyalah sebagian kecil dari definisi yang ada tentang PR. Mengacu pada definisi – definisi di atas, memaknai terminologi "fungsi manajemen" yang ada pada Public Relations, memiliki arti yang lebih dalam. Arti tersebut memuat jawaban atas pernyataan, untuk apa fungsi manajemen atau manajemen komunikasi yang dilakukan oleh Public Relations. Jawaban ini jelas bahwa Public relations berperan sebagai Pengelola Reputasi Organisasi. bukan Pemasar/Penjual dan bukan hanya melulu memliki aktifitas berhubungan dengan media atau seperti yang disebut di atas.
Dari definisi di atas tampak bahwa PR adalah fungsi manajemen bukan adminsitratif. Secara lebih dalam lagi pada sessi atau mata kuliah yang lain akan dibahas mengenai posisi PR sebagai koalisi dominan yang duduk di leher struktur yang bertindak sebagai fungsi manajemen sehingga kurang tepat jika PR hanya didudukkan sebagai bagian dari marketing, SDM, atau jika kita lihat di pemerintah tidak kurang PR atau Humas hanyal bagian dari seksi. Dalam hal penempatan PR ada beberapa klasifikasi penempatan dan pemanfaatan PR pada sebuah organisasi:
Beberapa organisasi menempatkan Public Relations pada hirarkhi tinggi di perusahaan, memiliki garis pelaporan langsung kepada pimpinan atau kepala administrator. Beberapa menempatkan fungsi Public Relations pada posisi yang lebih rendah, memiliki hubungan pelaporan dengan bagian pemasaran, personalia, legal atau pengambil keputusan lain di tingkat yang lebih tinggi.
Beberapa organisasi menempatkan Public Relations pada unit tersendiri sementara itu ada beberapa organisasi yang menempatkan Public Relations pada beberapa unit dalam departemen di organisasi.
Beberapa organisasi menggunakan konsultan dari luar organisasi/perusahaan, beberapa menggunakan Public Relations dari internal perusahaan bahkan ada yang menggabungkan keduanya (Grunig,1992;396)
Melihat definisi PR seperti di atas maka tampak bahwa kata kunci dari PR adalah
Kesengajaan: Aktifitas PR adalah aktifitas yang disengaja. Dibentuk untuk mempengaruhi, meraih pemahaman bersama, menyediakan informasi, dan mendapatkan umpan balik
Terencana: Aktifitas Public Relation adalah terogranisir, pada kurun waktu tertentu, sistematis, menggunakan riset dan analisa.
Mengutamakan performance: Public Relations yang efektif didasarkan pada kebijakan aktual dan kinerja.
Mengutamakan kehendak masyarakat (public interest): Aktifitas atau kegiatan Public Relations hendaknya didasarkan pada tujuan yang saling menguntungkan antara organisasi dan publiknya.
Komunikasi dua arah: Selain menginformasikan sesuatu, Public Relations membutuhkan umpan balik dari khalayaknya sehingga model komunikasi yang digunakannya adalah dua arah.
Fungsi Manajemen: Public Relations menjadi efektif apabila menjadi bagian dari keseluruhan manajemen dan didukung oleh top manajemen. Public Relations berfungsi sebagai konseling dan pemecah masalah di tingkat top manajemen bukan sekedar hanya mendesiminasikan informasi setelah keputusan dibuat (Wilcox, 1998:4-8)
Secara umum PR sebagai fungsi manajemen dan sedikit tentang keberadaan PR dalam sebuah perusahaan sudah di bahas. Berikut ini secara khusus akan dibahas apa peran, fungsi, model komunikasi, aktifitas serta kompetensi yang dibutuhkan bagi seorang PR
Peran PR dalam Organisasi
Sebetulnya memformulasikan apa peran PR dalam organisai bukanlah hal yang mudah. Beberapa penulis mencoba memetakan bahwa pada dasarnya peran PR dalam sebuah organisasi adalah sebagai berikut:
1. Communication Tehnician
Beberapa praktisi memasuki dunia PR ini sebagai teknis. Pada tahap ini kemampuan jurnalistik dan komunikasi sangat diperlukan. PR diarahkan untuk berperan menulis, menulis news letter, menulis in house journal, menulis news release, menulis feature, dll. Biasanya praktisi dalam peran ini tidak hadir pada saat manajemen menemui kesulitan. Mereka tidak dilibatkan dalam manajemen sebagai pengambil keputusan. Peran mereka lebih ke arah penulisan tools dan mengimplementasikan program. Mereka sebagai "the last to know"
2.Expert Prescriber
Praktisi PR sebagai pendefinisi problem, pengembang program dan memeiliki tanggungjawab penuh untuk mengimplementasikannya. Mereka sebagai pihak yang pasif. Manajer yang lainnya menyerahkan tugas komunikasi sepenuhnya ke tangan si "komunikasi" ini sehingga mereka dapat mengerjakan pekerjaan mereka yang lainnya.Tampaknya bangga karena PR semacam ini dianugerahi kepercayaan tinggi tetapi karena tidak adanya keterlibatan top manajemen dalam peran PR maka PR seolah terisolir dari perusahaan. Ia sibuk sendiri dengan pekerjaannya. Di pihak manajemen mereka juga menjadi sangat tergantung kepada PR nya. Mereka menjadi minim komitmen kepada tugas – tugas PR, padahala seperti diketahui seharusnya tugas PR harusnya dilakukan oleh semua orang yang ada dalam sebuah perusahaan,
Dalam hal diffusi peran dan fungsi PR sehingga mereka paham spirit perlunya PR bagi perusahaan menjadi rendah dan tidak akan tersosialisasi bahkan terburuk akan hilang kepercayaan top manajemen akan fungsi PR bagi sebuah organisasi. Hal ini akan terjadi apabila top manajemen banyak merasa dikecewakan oleh PR yang dianggap mereka sebagai pakar.
3.Communication Facilitator
PR sebagai pendengar setia dan broker informasi. Mereka sebagai penghubung, interpreter dan mediator antara organisasi dan publiknya. Mereka mengelola two way communicationnya dengan cara membuka rintangan komunikasi yang ada/yang terjadi. Tujuannya dalam hal ini adalah untuk menyediakan kebutuhan dua belah pihak akan informasi, membuat kesepakatan yang melibatkan minat keduabelah pihak.
Para pelaku dengan peran ini menempatkan dirinya sebagai sumber informasi dan sebagai kontak antara organisasi dan publiknya. Sebagai wasit dari interaksi, memantapkan agenda yang akan didiskusikan antara dua belah pihak, menyimpulkan pandangan, bereaksi terhadap kasus, membantu partisipan mendiagnosa masalah, membantu menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan komunikasi. Mereka menjadi boundary spanner antara perusahaan dan publiknya. Mereka bekerja di bawah asumsi bahwa two way communication mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan organisasi dan publik dalam hal prosedur, kebijakan, serta tindakan lain yang berhubungan dengan minat kedua belah pihak.
4.Problem Solving Facilitator
Mereka berkolaborasi dengan manajer lain untuk mendefinisikan dan memecahkan masalah. Mereka menjadi bagian dalam manajemen stratejik perusahaan. Bergabung dengan konsultan mulai dari awal direncanakan program hingga evaluasinya. Membantu manajemen menerapkan PR sebagai tahapan fungsi manajemen yang sama dengan kegiatan manajemen yang lain.
PR berfungsi sebagai bagian penting penganalisis situasi, memiliki peran yang intens dalam pengembangan prosedur, kebijakan, produk dan aksi perusahaan. Mereka juga memiliki power mengubah sesuatu yang seharusnya diubah. Mereka harus terlibat dalam segala bentuk perubahan organisasi.
Melalui peran ini mereka menjadi paham spirit setiap program baik motivasi maupun tujuan mengapa program harus dilaksanakan, mereka mensupport perubahan strategis organisasi, keputusan yang sifatnya taktis dan memiliki komitmen pada perubahan dan mampu menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam rangka pencapaian tujuan program.
Mereka dimasukkan sebagai tim manajemen karena mereka mampu menunjukkan kemampuan dan nilai dalam membantu manajemen menangani serta menyelesaikan permasalahan
Fungsi dan Model PR
Secara turun temurun, fungsi PR dapat digambarkan sebagai pengontrol publik, mengarahkan apa yang dipikirkan atau dilakukan oleh orang lain dalam rangka memuaskan kebutuhan organisasi, merespon publik, mereaksi pengembangan, masalah, mencapai hubungan yang saling menguntungkan antara publiknya melalui hubungan yang harmonis. Fungsi ini dekat dengan model PR yang dipaparkan oleh Grunig dan Hunt (1994) yaitu the press agentry/publicity model; the public information model; the two way asymmetric model; the two way symmetric model. Secara detail mengenai model tersebut adalah sebagai berikut:
Pada sejarah perkembangan konsep model Public Relations tampak bahwa pada mulanya menurut Erc Goldman dalam Grunig menyebutkan bahwa Public Relations diawali dengan the public be fooled era atau press agentry dan public be informed atau public information era.
Pada awalnya Grunig mengadopsi ide ini tetapi mengelaborasinya dengan menambahkan mengenai tujuan dan arah komunikasi . Grunig mengadopsi ide Thayer mengenai synchronic dan diachronic communicationuntuk menggambarkan dua pendekatan dalam public relations. Tujuan dari komunikasi sinkronis (synchronic communication) adalah mensikronisasi perilaku publik terhadap organisasi sehingga organisasi dapat melakukan apa yang diinginkan tanpa campur tangan dari publiknya. Tujuan dari komunikasi diakronik adalah untuk menegosiasikan kebutuhan antara organisasi dengan publiknya.Pada akhirnya Grunig mengganti istilah synchronic dan diakronik dengan assymetrical dan symetrical communication.
Grunig and Hunt mengidentifikasi perkembangan sejarah Public Relations. Pada awalnya Press agentry digunakan oleh praktisi PR di pertengahan abad 19. Pada awal abad 20 mulai digunakan model the public information. Keduanya merupakan representasi dari one way approaches dimana dengan model ini diseminasi informasi lebih banyak dengan menggunakan media.
Di era berikutnya, dengan dipengaruhi oleh pandangan Perilaku dan ilmu – ilmu sosial dikembangkanlah model two way asymetrical yang menekankan pada propaganda dan manipulasi publik (meskipun dalam arti yang positif). Memanipulasi di sini berarti mengelola serta mengarahkan publik kepada tujuan kita melalui cara memahami motivasi mereka. Selanjutnya dikembangkanlah Two way symetrical model yang mengarah kepada "telling the truth to public" . Model komunikasi ini diterapkan kepada publik dengan menggunakan penelitian untuk memfasilitasi apa yang diharapkan oleh publik daripada untuk mengidentifikasi pesan apa yang dapat digunakan untuk mempersuasi publik.
Grunig memaparkan Model two way symetric adalah pendekatan yang dapat dikatakan baik dalam public relations. Sejalan dengan konsep yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa sebuah departemen dapat dikatakan baik dengan segala karakteristikanya dapat membuat organisasi menjadi lebih efektif.
Grunig mengidentifikasi suatu teori normatif mengenai Public Relations yang menganut Two Way Symetric adalah memiliki karakter
1.Adanya saling tergantung dan pembinaan hubungan;
2.Ketergantungan dan pembinaan hubungan tersebut memunculkan kurangnya konflik, perjuangan, dan saling berbagi misi;
3.Adanya keterbukaan,saling percaya dan saling memahami;
4.Konsep kunci mengenai negosiasi,colaborasi dan mediasi;
5.Perlunya dikembangkan suatu aturan bagi proses dan strategi.
Pemahaman tersebut dapat disarikan bahwa komunikasi yang harmonis antara Public Relations dengan publiknya akan berjalan baik jika didukung dengan komunikasi yang jujur untuk memperoleh kredibilitas, keterbukaan dan konsisten terhadap langkah-langkah yang diambil untuk memperoleh keyakinan orang lain,adanya langkah-langkah fair untuk mendapatkan hubungan timbal balik dan goodwill, komunikasi dua arah yang terus menerus untuk mencegah keterasingan dan untuk membangun hubungan serta selalu melakukan evaluasi dan riset terhadap lingkungan untuk menentukan langkah atau penyesuaian yang dibutuhkan bagi sosial yang harmonis. Pemilihan model yang tepat sangat tergantung dari struktur sebuah organisasi dan bagaimana kondisi lingkungan dimana perusahaan tersebut bertindak.
Aktifitas PR
Pekerjaan PR dapat dikerjakan sendiri atau oleh konsultan, pemilihan ini sangat tergantung dari polcy perusahaan. Kelebihan dan kekurangan dalam penggunaan konsultan dapat dilihat lebih lanjut dalam tulisan Ida Anggraeni Ananda, Jurnal Visi Komunikasi.
Pada dasarnya aktifitas PR meliputi:
Komunikasi: perukaran ide, pendapat atau peasn melalui visual, lisan atau tulisan
Publisitas: diseminasi pesan yang terencana melalui media tertentu, tanpa bayaran, untuk meningkatkan minat terhadap perusahaan/organisasi
Promosi: aktifitas mengkreasi atau menstimulasi perhatian terhadap produk, orang, organisasi atau kasus.
Press agentry: melalui soft news stories
Integrated marketing: fungsi PR pendukung pemasran, tujuan beriklan sebuah organisasi
Manajemen Isue: identifikasi, memonitor aksi publik atau reaksi publik terhadap organisasi
Manajemen krisis: menghadapi krisis, bencana atau kegiatan negatif yang tidak terencana dan memaksimal ekses positif yang dapat diraih
Public Information offcer: sebagai penghubung antara lembaga pemerintah, dan media
Public Affairs/lobbyist: bekerja mewakili perusahaan untuk menghadapi politisi, perangkat pemerintah yang berperan menetukan kebijakan dan undang-undang untuk mempertahankan statusquo atau mengubahnya.
Financial Relations: menghadapi dan mengkomunikasikan informasi kepada pemegang saham atau masyarakat pemodal
Community Relations: memantapkan dan meningkatkan hubungan antara organisasi dan masyarakat
Internal Relations: memantapkan dan meningkatkan hubungan dengan orang – orang yang berada dan memilki hubungan di dalam organisasi
Industry Relations: memantapkan dan meningkatkan hubungan dengan atau atas nama perusahaan dengan industri
Minority Relations: memantapkan dan meningkatkan hubungan dengan group minoritas dan individual
Media Relations: memantapkan dan meningkatkan hubungan dengan media
Public Diplomacy: memantapkan dan meningkatkan hubungan untuk membuka jalur perdagangan, pariwisata dan kerjasama antar negara
Event management: menyiapkan, merencanakan, melakukan kegiatan yang bermanfaat dalam suatu waktu
Sponsorship: menawarkan atau menerima bantuan dana dengan imbalan public exposure
Cause/Relationship marketing: memantapkan dan meningkatkan hubungan dengan konsumen
Fund Raising: memantapkan dan meningkatkan hubungan atas nama sektor non profit untuk mendorong terkumpulnya dana serta bantuan
Kompetensi PR
Setelah melihat secara sepintas apa itu PR, peran, model, fungsi serta aktifitasnya maka dapat disimpulkan bahwa untuk menjadi PR bukanlah orang yang sembarangan. Banyak kriteria kompetensi yang harus dimiliki. Diantaranya adalah:
Lulusan PR hendaknya mampu:
Teori PR dan komunikasi untuk mendukung praktek PR
Kemampuan menganalisis dan merencanakan
Kemampuan teknis dan komunikasi
Pemahaman sosial, politik, etis dan hubungannya dengan program
Pemahaman tentang proses dan aplikasi dunia industry
Secara khusus kemampuan yang harus dimiliki:
Kemampuan vocational seperti riset, menulis, mendengarkan, presentasi,dll
Memiliki kemampuan menjalin hubungan dengan orang lain: interpersonal skills, networking, mendengar
Kemampuan profesional: paham mengenai perencanaan dan taat deadline
Memiliki perspektif etika
Mengerti teknologi yang dapat digunakan sebagai tools
Harus memiliki kemauan belajar tinggi (life long learning)
Being thinkers: kemampuan analisis, kritis, strategis, evaluatif, kreatif dan lateral
Pustaka
Ananda, Ida Anggraeni, Public Relations Sebuah Telaah dari Sudut Fungsi,
Peran dan Kedudukannya dalam Organisasi, Jurnal Visi Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi Mercu Buana, Jakarta, 2002
Cutlip, Scott.M, et all, Effective Public Relations, Prentice Hall, New Jersey, 2000
Grunig,James.E, Excellence in Public Relations and Communication Management, Lawrence Erlbaum, New Jersey, 1992
Johnston, Jane, Clara Zawawi, Public Relations Theory and Practice, Allen & Unwin, 2000
Onong, Uchyana Effendi, Hubungan Masyarakat Suatu Studi Komunikologis, Remaja Rosdakarya, 1991

Labels: , , , , , , , , , ,

Selasa, 23 Desember 2008

Materi Lain

TEKNOLOGI KOMUNIKASI (SATELIT)
UNTUK MASA DEPAN
Dewasa ini, pelayanan telekomunikasi memainkan peran yang sangat penting dalam modernisasi kehidupan manusia dan menjadi sangat diperlukan dalam tiap aspek kehidupan seperti bisnis, perdagangan, rumah tangga, industri, dan sebagainya. Secara tradisional, pengembangan-pengembangan infrastruktur jaringan telekomunikasi selama ini menggunakan teknologi terrestrial, tetapi disadari bahwa penyebaran teknologi semacam itu memerlukan biaya investasi yang sangat tinggi dan waktu pengembangan yang lama. Teknologi terrestrial seperti wirelines secara umum telah menunjukkan kinerja yang sangat bagus dalam mengakomodasikan pelayanan umum. Sejak tahun 1990, teknologi satelit dipandang sebagai salah satu teknologi yang sesuai untuk menyediakan solusi yang memadai di beberapa negara. Perkembangan Satelit Saat ini hampir kita lihat adanya kemacetan lalu lintas di angkasa karena satelit.
Dalam beberapa tahun ini empat macam satelit akan memenuhi angkasa di bumi ini untuk melayani berbagai kebutuhan konsumen. Pertama adalah sistem TV siaran langsung, kedua adalah sistem GPS, ketiga adalah jenis satelit yang dirancang untuk ponsel dan beragam layanan lain dengan menggunakan transmisi satelit sebagai pengganti transmisi microwave antar negara. Dan yang paling menarik adalah munculnya satelit keempat yang terdiri dari jaringan satelit berkecepatan tinggi dan berorbit sangat rendah, sehingga para pengguna bisa bertukar lebih banyak data termasuk telpon video dan layanan Internet berbasis satelit. Sekarang pengguna satelit ini sudah mencapai 20 juta orang, dan dengan teknologi keempat ini diharapkan orang-orang yang tinggal di pedesan pun akan dapat menikmati teknologi ini.
Pada masa yang lalu, aplikasi-aplikasi satelit kebanyakan digunakan untuk komunikasi jarak jauh (trunk to trunk) dan sejak tahun 1990 sistem-sistem aplikasi satelit telah mampu diperbaiki secara dramatik disebabkan oleh kemajuan dalam teknologi satelit, dan pada akhirnya telah mengubah situasi bisnis satelit. Semua perubahan tersebut terjadi karena didorong oleh meningkatnya permintaan para konsumen untuk hidup dengan kualitas yang lebih baik dan lebih praktis. Berbagai aplikasi satelit jenis baru telah tersedia di pasaran seperti : Satellite Mobile Communication, aplikasi multi media, aplikasi transaksi, dan berbagai aplikasi spesifik (penginderaan jarak jauh, meteorologi, GPS, kedaruratan/emergency).
Saat ini teknologi satelit komunikasi menyediakan kapasitas yang sangat besar baik untuk percakapan telepon maupun untuk transmisi video. Stasiun bumi (ground station) telah berkurang dalam hal ukuran maupun harga bahkan telah memungkinkan untuk ditempatkan di tempat pelanggan.
Kecenderungan akhir-akhir ini dalam sistem-sistem satelit adalah meliputi ketentuan-ketentuan pelayanan satelit langsung ke pengguna akhir dan menyediakan pelayanan-pelayanan dalam cakupan skala regional maupun skala global. Pada dasawarsa yang lalu, ukuran stasiun bumi masih berupa antena besar dengan diameter 10-20 meter, tetapi saat ini ukurannya hanya sebesar telepon genggam. Sebaliknya ukuran dan berat satelit menjadi jauh lebih besar dan sangat canggih. Sebagai gambaran, pada dasawarsa 1970-an, satelit dengan 12 transponder memiliki berat sekitar 200 kg, tetapi sekarang berat satelit bisa mencapai lebih dari 2 ton dengan muatan 10 kW. Kemajuan teknologi dalam bidang elektronik dan teknologi pesawat peluncur satelit memungkinkan kemajuan yang pesat dalam teknologi satelit.
Komunikasi satelit akan memainkan peranan yang sangat penting dalam infrastruktur informasi global dalam menyediakan pelayanan-pelayanan global, personal, dan mobile, melalui akses langsung atau bergabung dengan sistem komunikasi terrestrial melalui apa yang disebut sebagai gateways. Dengan kemajuan teknologi pemroses digital berkecepatan tinggi untuk video menggunakan teknologi kompresi video digital (digital video compression), transmisi radio menghadapi perubahan dalam berbagai aspek industri penyiaran (broadcasting).
Perusahaan-perusahaan komunikasi global cenderung untuk mencari berbagai kesempatan bisnis komunikasi satelit guna menyediakan cakupan telekomunikasi penuh skala global. Diantara proyek-proyek yang sekarang sedang berjalan antara lain: Iridium, Teledesic, Globalstar, Odyssey, ICO. Sedang proyek-proyek yang berskala regional antara lain seperti : ACeS dan AMPT. Kesempatan-kesempatan lain dalam bisnis satelit adalah menyediakan pendistribusian video skala global secara penuh, komunikasi-komunikasi data berkecepatan tinggi, dan Internet berkecepatan tinggi. Pasar pendistribusian video atau satelit penyiaran langsung (DBS, direct broadcasting satellite) tumbuh dengan sangat pesat. Di Amerika pelanggan sistem DBS akan meningkat dari 2 juta sampai sekitar 4 juta. Trend dan pertumbuhan pasar DBS di Amerika secara otomatis akan mempengaruhi pasar global. Sebaliknya penggunaan Internet telah tumbuh secara dramatis hanya dalam waktu 2 tahun terakhir ini. Keterbatasan lebar pita (bandwidth) masih merupakan masalah utama. Penundaan-penundaan dan gangguan-gangguan yang sering membuat frustasi merupakan masalah umum yang sering timbul, dan pemanfaatan satelit diharapkan dapat membantu mengatasi hal tersebut.
Teknologi satelit saat ini menjadi sangat menarik bagi para pelaku bisnis telekomunikasi baik yang berskala global maupun yang berskala regional. Dalam teknologi satelit, semakin tinggi kemampuan yang dimiliki, semakin rendah biaya yang dikeluarkan, dan meningkatnya permintaan-permintaan pelanggan telah menciptakan berbagai kesempatan baru yang luar biasa. Pada akhirnya celah orbit (orbital slot) dan pita-pita frekuensi pada GEO, MEO, maupun LEO menjadi aset yang sangat berharga. Koordinasi frekuensi antara para operator menjadi sangat sulit dilakukan dan hal ini akan menjadi ancaman yang membahayakan bagi bisnis satelit itu sendiri.












Perkembangan aplikasi-aplikasi satelit komunikasi
Telah hampir 40 tahun sejak satelit pertama di dunia diluncurkan, sejak saat itu pula berbagai aplikasi satelit dikembangkan. Dan sejak tahun 1964, hampir semua satelit komunikasi berada pada posisi Geostasionary Earth Orbit (GEO). Posisi GEO ini kira-kira berada pada ketinggian 35000 km di atas permukaan bumi. Orbit-orbit pada posisi ini menyederhanakan sistem-sistem operasi dan infrastruktur stasiun bumi. Tiga atau 4 satelit GEO dapat menyediakan cakupan pelayanan telekomunikasi untuk seluruh dunia. GEO menjadi sangat padat, karena kemampuan antena stasiun bumi untuk membeda-bedakan antara satelit-satelit tersebut dibatasi oleh ukuran antena. Karena keterbatasan orbit geostasioner ini, beberapa produsen satelit mengajukan usulan untuk memanfaatkan orbit-orbit yang lebih rendah baik Low Earth Orbit (LEO, 1000 km dari bumi) maupun Medium Earth Orbit (MEO, 10000 km dari bumi) untuk menempatkan satelit-satelit komunikasi yang mereka produksi. Masing-masing jenis orbit tersebut memiliki beberapa keuntungan dan kerugian sendiri-sendiri dan ini tergantung pada aplikasi-aplikasi satelit yang akan dikembangkan.
Pada masa yang lalu, aplikasi satelit GEO kebanyakan digunakan untuk komunikasi analog jarak jauh atau penyiaran TV analog. Bersamaan dengan perjalanan waktu, generasi pertama dari sistem DAMA/SCPS digunakan untuk melayani wilayah rute tidak padat. Pada waktu itu pelayanan percakapan telepon dan faksimil merupakan aplikasi paling utama yang digunakan oleh perusahaan telekomunikasi. Perkembangan teknologi baru seperti piranti elektronik digital dan pesawat peluncur satelit telah secara dramatis mengubah penggunaan aplikasi-aplikasi satelit dari aplikasi data kecepatan rendah sampai aplikasi data berkecepatan skala gigabit. Munculnya permintaan-permintaan atas berbagai aplikasi satelit telah mendorong para produsen satelit untuk melaksanakan konsep-konsep baru dan menerapkan teknologi-teknologi yang lebih efektif biayanya seperti improve power (EIRP and linearity), lifetime (lebih dari 15 tahun), serta pemakaian ulang polarisasi dan frekuensi, maupun fleksibilitas muatan.


2.1. Aplikasi-aplikasi VSAT di masa depan
Hampir 30 tahun Fixed Satellite Services (FSS) telah digunakan untuk menyediakan berbagai komunikasi di beberapa wilayah di dunia. Satelit-satelit FSS ini berada pada lokasi orbit geostasioner (GEO) sehingga terminal bumi dapat dijaga pada posisi yang tetap. Pada masa lalu, kebanyakan aplikasi FSS adalah untuk menyediakan komunikasi-komunikasi dua arah (pelayanan percakapan telepon, faksimil, komunikasi data) dan penyiaran TV.
Beratus-ratus satelit FSS telah diluncurkan pada lokasi di orbitnya masing-masing oleh negara-negara maupun perusahaan-perusahaan dari seluruh dunia. Saat ini, celah orbit dari GEO telah penuh (padat) sehingga untuk pemilik satelit baru sangat kesulitan untuk masuk dan menemukan celah orbit yang baru dan tepat bagi satelitnya.
Kemajuan teknologi komputer dan elektronik telah mengubah situasi bisnis satelit FSS. Sistem satelit FSS mempunyai kapasitas sangat besar dengan harga sistem yang relatif rendah termasuk biaya penyediaan terminal VSAT. Kecenderungan ini mengakibatkan sistem satelit FSS menjadi bisnis satelit yang sangat menarik. Saat ini ketentuan-ketentuan pelayanan satelit langsung ke lokasi pelanggan dilakukan dengan menggunakan terminal VSAT. Sistem-sistem satelit FSS menyediakan berbagai aplikasi pada para pelanggan. Aplikasi-aplikasi tersebut tidak terbatas hanya untuk percakapan telepon, faksimil, penyiaran TV, ataupun pelayanan komunikasi data berkecepatan tinggi saja, tetapi juga meningkat ke pelayanan-pelayanan baru seperti multimedia, direct to home (DTH), akses Internet, video conferencing, Satellite News Gathering (GNS), frame relay, Digital Audio Broadcasting (DAB), dan berbagai bentuk pelayanan baru lain yang memiliki nilai tambah. Contoh-contoh berikut adalah aplikasi-aplikasi FSS yang telah tersedia di pasaran saat ini.

2.1.1. Pelayanan-pelayanan untuk penyiaran TV, faksimil dan percakapan telepon
Pada masa lalu, sistem satelit FSS digunakan untuk pelayanan-pelayanan percakapan telepon, faksimil dan penyiaran TV. Dengan kemajuan teknologi fiber optik dan pengembangan infrastruktur telekomunikasi terrestrial seperti kabel bawah laut dan transmisi fiber optik bawah tanah, banyak sistem-sistem satelit itu yang dimanfaatkan sebagai sistem guna memback-up sistem terrestrial. Memang disadari bahwa sistem-sistem terrestrial adalah media transmisi paling bagus untuk layanan percakapan telepon dibandingkan sistem satelit ditinjau dari segi kualitas dan ketersediaan lebar pita. Karena alasan tersebut, permintaan-permintaan sistem satelit tumbuh dengan cepat dan menjadi infrastruktur yang populer untuk pelayanan-pelayanan penyiaran TV global dan regional.
Kemajuan teknologi satelit saat ini dan dalam kerangka globalisasi menghadapi era perdagangan bebas, telah mengubah penggunaan satelit dan sekaligus mengubah situasi bisnis satelit. Sistem-sistem satelit FSS menjadi infrastruktur telekomunikasi yang penting guna meningkatkan daya saing suatu negara dan untuk merebut kesempatan-kesempatan bisnis baru dalam menyediakan telekomunikasi global.
Ukuran stasiun bumi saat ini semakin kecil tergantung pada frekuensi yang digunakan. Pada tahun 1975, ukuran antena berdiameter antara 10 - 13 meter atau bahkan lebih, tetapi saat ini ukurannya hanya berdiameter 60 cm atau bahkan kurang. Pada dasarnya kecenderungan pasar satelit sekarang adalah untuk menyediakan pelayanan-pelayanan telekomunikasi langsung ke pelanggan. Para pelanggan dapat menikmati pelayanan percakapan telepon, faksimil ataupun komunikasi data sambil dalam waktu yang bersamaan juga menikmati siaran TV. Karena keunggulan yang dimiliki sistem satelit FSS seperti misalnya : tidak tergantung pada jarak dan dapat menyediakan layanan untuk semua cakupan wilayah, sehingga sangat menarik bagi negara-negara dengan luas wilayah yang besar, berpulau-pulau dan tingkat kepadatan penduduknya rendah.

2.1.2. Pelayanan-pelayanan multimedia satelit
Kemajuan-kemajuan teknologi multimedia telah meningkatkan permintaan-permintaan berbagai pelayanan multimedia interaktif jenis baru. Beberapa pelayanan multimedia tersebut antara lain seperti : Image viewers, full motion video players, Audio players, high quality document readers. Dalam beberapa kasus, jenis-jenis pelayanan multimedia harus dipilih disesuaikan dengan keterbatasan lebar pita dan permintaan pasar.
Permintaan-permintaan pelayanan multimedia tumbuh dengan pesat, tetapi dalam beberapa kasus ada kalanya sangat sulit untuk memenuhi permintaan tersebut karena kesulitan yang dihadapi dalam menyediakan infrastruktur multimedia. Pengembangan infrastruktur multimedia memerlukan biaya investasi sangat besar dan waktu yang lama. Di negara-negara maju, pengembangan infrastruktur multimedia tidak akan menghadapi berbagai masalah karena mereka biasanya telah memiliki infrastruktur-infrastruktur jaringan telekomunikasi yang telah mapan. Mereka bisa dengan mudah meningkatkan kemampuan jaringan dengan berbagai cara. Sebaliknya kebanyakan negara-negara berkembang masih menitik beratkan pada pengembangan infrastruktur telekomunikasi.
Mereka tidak memiliki dana yang mencukupi untuk diinvestasikan pada jaringan multimedia seperti itu. Sistem satelit multimedia dapat menjadi solusi untuk mengatasi penggunaan biaya investasi yang luar biasa besar, serta masalah kelangkaan pendanaan dan lamanya waktu yang diperlukan untuk proyek tersebut sehingga baik negara maju maupun negara berkembang dapat menyediakan pelayanan-pelayanan multimedia untuk memenuhi permintaan pasar.
Aplikasi-aplikasi satelit multimedia telah dikembangkan sejak sekitar 2 tahun yang lalu. Pada dasarnya pelayanan-pelayanan multimedia dapat dikatagorikan ke dalam aplikasi pasar bisnis dan aplikasi pasar hunian (residential market). Jenis-jenis aplikasi multimedia bisa dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1.Aplikasi Multimedia
Business Market
Residential Market
Video Conferencing Business Training Electronic Publisisng Telecommuting Industry applications Telephony, fax, datacom Tourism, health, EducationElectro niccommerceDll
MoviesMusic Games Banking Directory and advertising Seducation, health, travel Shopping Electronic Publising Telepon, fax, Datacomdll
Sistem satelit multimedia digunakan tidak hanya untuk pelayanan-pelayanan multimedia seperti yang terlihat pada Tabel 1, tetapi juga dapat melibatkan beberapa operator dan provider untuk bergabung dan bekerja bersama pada sistem satelit multimedia antara operator telekomunikasi yang lain seperti: value added service provider, akses internet, provider penyiaran TV atau video. Pada segmen bumi atau sisi terminal VSAT, para pelanggan dapat menggunakan sistem-sistem berikut jika diperlukan: terminal VSAT yang fleksibel dan berkemampuan tinggi (Affordable).
Secara teknis, satelit multimedia menggunakan teknik kompresi video independen (misalnya MPEG I/II) dan mendukung baik point to point maupun broadcast video. di samping itu, sistem ini memungkinkan untuk transmisi video secara simultan untuk terminal VSAT tertentu, di samping menyediakan sistem video conferencing dua arah dengan kemampuan multipoint dan asymmetric video.
Beberapa sistem satelit multimedia telah dioperasikan dan beberapa di antaranya masih dalam tingkat pengembangan. Sebagai contohnya : JCSAT Japan, Koreasat, Thaicom, Measat Malaysia, Super Bird Japan, Multimedia Asia (M2A) Indonesia, Mabuhay Pilipina. Pada dasawarsa mendatang, sistem satelit multimedia ini akan tumbuh dan menjadi trend dunia di beberapa negara.

2.1.3. Satelit Direct To Home (DTH)
Televisi telah menjadi bagian yang sangat penting pada kehidupan modern. Secara tradisional, pelayanan penyiaran TV menggunakan transmisi terrestrial dan sistem analog langsung ke rumah-rumah. Guna meningkatkan nilai tambah penyiaran TV, beberapa negara memiliki CATV atau Pay TV (televisi berlangganan) untuk mendistribusikan program-program TV menggunakan jaringan kabel fiber optik langsung ke pelanggan.
Dewasa ini ada kecenderungan bahwa para pelaku bisnis penyiaran TV skala global ingin mendistribusikan program-program TV ke seluruh penjuru dunia dalam jangka waktu implementasi yang singkat. Itulah kenapa mereka menggunakan teknologi Direct To Home (DTH) sebagai infrastruktur TV Link untuk mengirimkan beratus-ratus program langsung ke rumah-rumah melalui jaringan satelit.
Ditinjau dari sisi pelanggan, DTH mempunyai beberapa keuntungan, di antaranya : para pelanggan dapat memilih berbagai macam program, berbagai layanan dapat dilayani di manapun dan kapanpun selama masih pada sistem satelit yang sama. Secara umum pelayanan-pelayanan yang ditawarkan oleh para provider meliputi : program-program TV gratis (program lokal, regional, maupun internasional beserta iklan-iklannya), TV pendidikan, Pay TV dan Video on Demand (VOD) atau Pay Per View.
Pengiriman program dalam sistem DTH menggunakan teknologi kompresi video digital, misalnya berbasis program MPEG-II/III dengan kecepatan data bervariasi dari 1,5 sampai 6 Mbps per channel. Pada sisi penerimaan, para pelanggan dilengkapi dengan antena parabola kecil (berdiameter 60 - 180 cm), boks antarmuka (receiver dan decoder) ke pesawat penerima TV, serta kartu pintar (smart card) yang berkemampuan untuk mengakses sistem.
Beberapa perusahaan global dan sejumlah negara sekarang telah mengimplementasikan sistem ini, di antaranya : DirectTV from Japan, Thaicom, Koreasat, Multimedia Asia Indonesia, Measat Malaysia dan beberapa provider di Amerika dan di negara-negara Eropa.

2.1.4. Akses Internet melalui Satelit
Pelayanan Internet tumbuh dengan sangat pesat dan mencakup hampir semua negara di dunia. Menurut Forrester Research, pada pertengahan tahun 1996, 11 juta pelanggan telah berlangganan Internet. Forrester memperkirakan bahwa jumlahnya akan mencapai 52 juta pada tahun 2000. Pada sisi lain, para pengguna sering merasa frustasi karena kecepatan yang lamban dan dibutuhkannya waktu yang lama untuk menunggu manakala mengakses suatu informasi. Masalah-masalah seperti ini bisa menjadi suatu bencana bagi tumbuhnya permintaan di masa depan.
Sistem-sistem satelit dapat menjadi suatu solusi untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Saat ini jenis teknologi satelit telah digunakan untuk aplikasi akses Internet seperti DirectPC di Amerika, Jepang, Kanada, dan beberapa negara di Eropa. Kecepatan akses Internet dapat menggunakan kecepatan yang bervariasi antara 64 Kbps sampai 400 Kbps untuk keperluan down-loading dengan asymmetric IP traffic : transaksi atau file.
Bagi pengguna skala besar, Intranet telah menjadi populer. Intranet adalah jaringan komunikasi bisnis di suatu gedung, berbasis protokol jaringan TCP/IP. Dua karakteristik yang menarik dari Intranet adalah bahwa Intranet bisa dihubungkan dengan Internet, atau bisa juga tidak dihubungkan dengan Internet. Jika Intranet dihubungkan dengan Internet, Intranet harus dilengkapi dengan perangkat lunak 'firewall'. Dibanding menggunakan jaringan terrestrial, Intranet melalui satelit jauh lebih fleksibel dan mudah untuk dikembangkan. Sistem-sistem satelit multimedia mempunyai kemampuan untuk mengirimkan pelayanan-pelayanan akses Internet kepada para pengguna. Dalam beberapa kasus, sejumlah provider jaringan Internet menggunakan sistem satelit konvensional sebagai infrastruktur internet, sebagai contoh: sambungan point to point atau lease line menggunakan terminal VSAT.

2.1.5. Satellite News Gathering (SNG)
Pelayanan SNG menjadi jenis pelayanan yang populer diantara yang ditawarkan oleh operator-operator satelit. Pelayanan SNG ini menyediakan pada para pelanggannya seperti perusahaan-perusahaan penyiaran TV, pemerintah, untuk memiliki kemampuan yang mobile dalam meliput program-program outdoor dan siaran langsung TV (acara berita dan olahraga) maupun untuk memanfaatkan fasilitas-fasilitas komunikasi pada kondisi bencana atau darurat.
Dalam mengirimkan pelayanan-pelayanan SNG, operator-operator satelit dengan cara sederhana menyediakan stasiun bumi portable atau mobile dengan kemampuan sistem audio, percakapan telepon dan video.
Satelit-satelit dengan frekuensi-frekuensi pita Ku atau Ka memiliki karakteristik yang fleksibel dan portabel disebabkan karena ukuran terminal VSAT mobile nya relatif kecil dan sederhana.
Kebanyakan operator satelit telah melakukan bisnis seperti ini dan permintaan-permintaan akan tumbuh secara berarti, paralel dengan pertumbuhan bisnis penyiaran TV.

2.1.6. Satellite Video conferencing
Video conferencing adalah penggunaan peralatan audio dan video untuk menyelenggarakan konferensi dengan orang-orang yang berada pada lokasi berbeda. Sistem pelayanan ini sekarang masih digunakan hanya untuk tingkat yang masih terbatas. Para pengguna saat ini adalah sektor-sektor bisnis dan industri seperti institusi finansial. Sistem satelit multimedia merupakan infrastruktur yang sangat cocok untuk video conferencing dibanding dengan jaringan lain karena tingkat fleksibilitasnya dan kemudahannya untuk dipasang di manapun.

2.2. Permintaan dan Persepsi Pelanggan
Kemajuan teknologi merupakan pendorong yang paling dominan yang mengakibatkan berubahnya masyarakat global ke dalam gagasan dan paradigma baru dalam cara hidup mereka. Tantangan yang paling nyata bagi operator-operator telekomunikasi adalah memenuhi permintaan pelanggan dalam jumlah besar di masa yang akan datang. Permintaan-permintaan baru akan tercipta oleh munculnya berbagai jenis pelayanan baru kepada para pelanggan. Para pelanggan akan memiliki beberapa alternatif pilihan dalam memilih dan menentukan kebutuhan yang nyata.
Pada abad 21, masyarakat akan menghadapi paradigma telekomunikasi baru yang dalam waktu singkat akan tidak sesuai lagi dengan kondisi saat ini. Infrastruktur-infrastruktur telekomunikasi tidak hanya sebagai alat untuk mengirimkan pesan-pesan saja, tetapi juga merupakan basis untuk meningkatkan produktivitas sosial dan meningkatkan kualitas kehidupan. Dalam paradigma baru, telekomunikasi dan komputer akan berperan sebagai infrastruktur yang terintegrasi dan sisi lain yang merupakan isi atau muatan akan diperkaya dan membuat terciptanya situasi yang kondusif dan sinergis. Sehingga di sana akan muncul suatu penyatuan telekomunikasi, komputer dan muatan yang akan membawa masyarakat menghadapi era informasi.
Peran telekomunikasi harus difokuskan pada kemampuan mengakses informasi dengan biaya pelayanan yang rendah, praktis dalam menggunakan pelayanan dan akhirnya ketersediaan pelayanan-pelayanan tersebut di manapun dan kapanpun mereka membutuhkannya.
Pada dasarnya ciri-ciri istimewa dari pelayanan telekomunikasi mempunyai karakteristik yang unik seperti Intelligent, Multimedia, Personalised, Humanised, dan Productive. Intelligent mengandung arti bahwa layanan tersebut mudah digunakan dan praktis penggunaannya. Multimedia berarti bahwa setiap layanan multimedia tersedia di sana. Personalised berarti bahwa pelayanan cukup mudah dan berguna serta dapat digunakan kapanpun dan di manapun. Humanised berarti bahwa pelayanan berada pada satu jalur dengan karakteristik kehidupan manusia dan mampu meningkatkan kualitas kehidupan. Productive berarti bahwa pelayanan tersebut efisien, efektif dan ekonomis.
Ditinjau dari sisi pelanggan, ada 2 katagori kebutuhan pelanggan, yaitu kebutuhan berkaitan dengan bisnis dan kebutuhan bagi rumah tangga/hunian. Pada katagori kebutuhan bagi hunian, pelayanan-pelayanan yang ditawarkan harus memenuhi kebutuhan pelanggan dalam memperbaiki kualitas hidupnya. Hal ini dicerminkan dari kondisi tingkat kesenangan hidup, kehidupan dengan rasa aman dan praktisnya kehidupan. Sementara itu, katagori kebutuhan bisnis adalah bahwa para pelanggan membutuhkan berbagai pelayanan yang mampu meningkatkan produktivitas bisnis melalui kecakapan bisnis dengan menggunakan jaringan yang efisien dan sesuai.
Ketika Mr Bill gates ditanya mengenai visinya berkaitan dengan kesempatan bisnis raksasa di masa depan, beliau memperkirakan jika dibandingkan diantara kemajuan bisnis komunikasi, komputer, dan hiburan (entertaintment) saat ini, maka bisnis hiburan dan bisnis-bisnis lain yang terkait merupakan bisnis yang paling memberi harapan besar.
Di masa depan, masyarakat cenderung untuk melakukan hampir semua aktivitas mereka di rumah (telecommuting) seperti aktivitas bisnis, berbelanja, telebanking, pendidikan, dan hiburan. Dunia hiburan akan menjadi bisnis yang sangat menarik dengan asumsi bahwa semua itu didukung oleh tersedianya infrastruktur jaringan. Time Warner mempersiapkan sebuah skenario kehidupan masa datang berbasis pada kemajuan teknologi multimedia dan Internet global saat ini. Skenario ini menggambarkan bagaimana kehidupan keluarga modern dilengkapi berbagai fasilitas rumah tangga yang serba canggih.

2.2.1. Kebutuhan-kebutuhan hunian
Permintaan paling tinggi bagi kebutuhan hunian saat ini adalah komunikasi dasar seperti telepon (baik telepon tetap maupun telepon bergerak), faksimil, dan televisi. Prioritas kedua dari permintaan hunian adalah pelayanan-pelayanan multimedia yang dapat disediakan baik melalui Internet global maupun jaringan multimedia. Besarnya permintaan hunian dipengaruhi baik oleh tingkat pendapatan maupun tingkat pendidikan.

2.2.2. Kebutuhan-kebutuhan bisnis
Infrastruktur komunikasi untuk masyarakat bisnis menjadi alat yang sangat penting untuk menciptakan semua aktivitas bisnis yang efektif dan efisien. Hampir semua masyarakat bisnis membutuhkan semua tingkat fasilitas komunikasi baik pelayanan-pelayanan dasar (telepon, faksimil, televisi, komunikasi data) maupun pelayanan-pelayanan bukan dasar (pelayanan-pelayanan multimedia interaktif). Sebagai contoh, dalam masyarakat bisnis penerbangan dan perbankan, fasilitas-fasilitas komunikasi yang canggih akan menjadi alat untuk meningkatkan daya saing bisnis mereka.
Untuk bisnis tertentu seperti perminyakan dan pertambangan, fasilitas-fasilitas komunikasi canggih dibutuhkan untuk menciptakan operasi-operasi yang produktif dan efisien baik di lapangan maupun di kantor. Beberapa aplikasi sistem satelit seperti satelit multimedia, global positioning satellite, satelit penginderaan jarak jauh, satelit emergensi, menjadi infrastruktur yang sangat kuat bagi industri-industri pertambangan dan perminyakan.
Tantangan-tantangan dan kesempatan-kesempatan yang tercipta oleh kemajuan teknologi
Ditinjau dari sisi pengguna, kemajuan teknologi membuat hidup menjadi lebih baik dan lebih mudah. Fasilitas-fasilitas peralatan dan komunikasi tersedia di manapun dan kapanpun untuk membantu dalam meningkatkan produktivitas baik pada sektor bisnis maupun sektor hunian. Sebaliknya kemajuan teknologi juga menciptakan pasar-pasar dan permintaan-permintaan baru pada semua sektor dan hal ini akan menjadi kesempatan dan tantangan yang sangat besar bagi para provider pelayanan komunikasi untuk menangkap dan memanfaatkan permintaa-permintaan pasar tersebut.
Dengan analisis yang sederhana nampak jelas bahwa komunikasi berbasis pada satelit akan mempunyai prospek yang bagus untuk tumbuh, karena infrastruktur terrestrial tidak tersedia, atau keterbatasan yang ada padanya, baik dalam kualitas maupun kuantitas. Lebih lagi bagi negara yang mempunyai wilayah laut dan darat sangat besar, dan ditambah distribusi populasi yang relatif sangat tidak merata, kesulitan-kesulitan penetrasi teknik-teknik terrestrial akan menawarkan kesempatan-kesempatan yang bagus bagi para operator satelit.
Bagi para provider pelayanan satelit global, ada beberapa kelemahan eksternal yang akan menjadi kendala dalam mengimplementasikan sistem-sistem satelit. Kelemahan-kelemahan tersebut antara lain seperti : pembatasan 'landing ringhts' karena kedaulatan suatu negara, larangan lintas batas bagi pelayanan-pelayanan VSAT berkaitan dengan keterbatasan peraturan dan masalah politik pada pendistribusian TV satelit dan pelayanan-pelayanan percakapan telepon. Kelemahan-kelemahan ini akan menjadi ancaman bagi bisnis satelit di masa depan.
Sebaliknya, sangat disayangkan bahwa semua bisnis satelit saat ini adalah berusaha untuk merebut bagian dari pasar terbatas yang sama, sehingga kompetisi yang sangat keras akan terjadi diantara para operator satelit. Dalam beberapa kasus, mereka saling bersaing pada frekuensi yang sama. Efek negatifnya tidak saja akan menimpa para pemrakarsa, tetapi pada kasus yang merupakan kegagalan akan menjadi suatu pemborosan sumber daya yang sangat berharga.








Kemajuan teknologi komunikasi satelit telah menciptakan pelayanan-pelayanan komunikasi baru, di samping juga menciptakan kesempatan-kesempatan serta tantangan-tantangan bisnis global. Komunikasi-komunikasi satelit diharapkan mampu menyediakan pelayanan-pelayanan global dan terpadu (seamless) untuk setiap orang dan setiap negara. Juga memainkan peran yang penting dalam menyediakan pelayanan-pelayanan komunikasi personal mobile skala global dan pelayanan-pelayanan komunikasi multimedia skala global.
Kecenderungan saat ini dalam sistem satelit adalah bahwa ketentuan-ketentuan pelayanan satelit langsung ke pelanggan dilakukan dengan menggunakan terminal VSAT. Berbagai pelayanan satelit telah tersedia di pasaran dari pelayanan-pelayanan tradisional sampai ke pelayanan-pelayanan yang paling inovatif seperti pelayanan-pelayanan multimedia.
Sistem komunikasi satelit dapat digunakan untuk menyediakan berbagai pelayanan dengan kualitas yang sama, baik di negara-negara maju maupun di negara-negara berkembang, baik bagi pelanggan hunian maupun bagi pelanggan kalangan bisnis.



DAFTAR PUSTAKA

Terjemahan bebas oleh Djati H. Salimy, dikutip dari makalah Achadiat Djajawinata (Pasifik Satelit Nusantara) disampaikan pada Communication Technology Indonesia 1997 Conference.
http://www.geocities.com/sistel_service/Vsat_Future.htm http://www.indonesiaindonesia.com/f/14517-nirkabel-komunikasi

Materi Perkembangan IT

Jasa Telekomunikasi
Keterkaitannya dengan industri telekomunikasi dan IT nasional



Latarbelakang

Angin segar reformasi telah pula menerpa sektor telekomunikasi, restrukturisasi telekomunikasi akan segera diterapkan pada industri telekomunikasi dalam negeri. Agar restrukturisasi dapat memenuhi tujuan dad pembangunan sektor telekomunikasi dan informasi Indonesia seperti terkandung dalam visi bangsa pembangunan masyarakat informasi In_1pn~iaiJusantara-21 maupun yang tertuang dalam Telematika Indonesia, perlu dilakukan penelaahan dan analisa yang menyeluruh dan multidimensi dan perkembangan ekonomi global maupun perkembangan teknologi IT itu sendiri.

Arah ke depan dad pembanguna7i~ industri telekomunikasi dan informasi dalam negeri perlu didefinisikan dengan jelas dan dimasyarakatkan agar usaha realisasinya dapat sinergi membentuk suatu vektor yang besar dan searah, sehingga dapat menciptakan daya saing global industri telekomunikasi dan informasi dalam negeri



Trend Global Perkembangan IT
Trend global perkembangan IT sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor penting
yaitu:

1. Kemajuan teknologi telekomunikasi dan informatika
2. Globalisasi ekonomi yang menempatkan telekomunikasi sebagai jasa yang diperdagangkan dan sebagai sarana vital bagi sebagian besar jasa lainnya
3. Datangnya masyarakat informasi yang menempatkan informasi menjadi faktor produksi yang amat strategis


Kemajuan teknologi telekomunikasi dan informatika
Pergeseran jasa telekomunikasi dewasa mi diawali dengan adanya konvergensi antara teknologi telekomunikasi, informatika dan elektronika yang memuncak di awal tahun 90-an. Masyarakat pengguna jasa telekomunikasi sudah tidak lagi mengharapkan jasa telekomunikasi hanya sebagai sarana penghubung suatu lokasi dengan Iokasi Iainnya yang berjarak cukup jauh untuk berkomunikasi atau berbicara.

Perkembangan IT se,vices selanjutnya sangat ditentukan oleh perkembangan komponen-komponen IT itu sendiri, yaitu teknologi telekomunikasi (yang lebih dikonotasikan sebagai teknologi jaringan atau kanal informasi), teknologi komputer (bertitik berat pada perkembangan perangkat Iunak) dan teknologi elektronika. Beragam bentuk Iayanan dan informasi yang dibutuhkan masyarakat telah mendorong berkembangnya teknologi jaringan telekomunikasi berdasarkan kriteria yang beragam pula, seperti masalah keamanan, keandalan, kecepatan, cakupan, personalitas, portabilitas, dan harga. Maka muncul Iah teknologi-teknologi barn seperti IN, ISDN, frame relay, ATM, SDH, HFC, GSM, CDMA, ADSL hingga pada teknologi satelit. Tantangan bagi industri telekomunikasi selanjutnya adalah
bagaimana menyediakan kanal informasi yang sesuai kebutuhan, murah, efisien dan andal.

Peran industri komputer, terutama industri perangkat Iunak, sangat menentukan dalam memunculkan Iayanan-Iayanan barn. Sejumlah vendor besar dalam industri perangkat Iunak dewasa mi tengah bersaing dalarn menciptakan dan merebut pasar Iayanan-Iayanan baru berbasis IT. Disamping itu, perusahaan-perusahaan jasa di berbagai sektor tengah bersaing juga untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada para kastememya dengan menerapkan layanan berbasis IT services.

Sedangkan industd elektronika sangat berperan dalam menghasilkan perangkat­perangkat janngan dan terminal jasa telekomunikasi yang berkemampuan tinggi. Karaktenstik perangkat terminal jasa telekomunikasi selanjutnya sangat menentukan kepada tingkat aksesibilitas Iayanan dan tingkat pemanfaatan Iayanan oleh para penggunanya.

Pergeseran barn teknologi telekomunikasi kini sedang terjadi yang didorong oleh perkembangan teknologi internet yang secara drastis telah mernbah paradigma telekomunikasi dad voice centric menjadi data centric.
Beberapa riset menunjukkan bahwa voice traffic pada tahun 2001 hanya akan tinggal 2% dad keselurnhan trafik yang terjadi yang diramalkan akan didominasi oleh trafik data. Pertumbuhan trafik data sendiri akan meningkat secara drastis sekitar 10-25 kali dibandingkan trafik voice pada 3 tahun ke depan.

Pergeseran mi membawa dampak yang signifikan terhadap industd telekomunikasi konvensional yang selama mi didominasi oleh industri perangkat keras. Dominasi industri mulai bergeser dad perangkat keras ke perangkat Iunak baik software maupun content.

Perkembangan industri telekomunikasi dan informasi di atas, baik dad sisi teknologi maupun Iayanan, menuntut adanya pembaharuan regulasi dan peran para pelaku (network/service/content provider) dalam bisnis jasa telekomunikasi dan informasi.


Globalisasi ekonomi

Adanya globalisasi ekonomi yang diwujudkan secara konkrit dalam kesepakatan WTO, APEC dan AFTA dalam menciptakan perdagangan dunia yang bebas telah membenkan tekanan yang kuat bagi negara-negara di dunia untuk mengakhiri era monopoli sektor telekomunikasi.

Dengan berakhirnya era monopoli, dimulailah era kompetesi sektor telekomunikasi yang segera menciptakan suatu Iingkungan barn dan kesempatan bisnis barn bagi sektor telekomunikasi. Setiap operator jasa telekomunikasi yang bersaing bernsaha untuk memberikan Iayanan yang terbaik bagi kastamer dengan harga yang kompetitif. Persaingan mi telah menciptakan suatu peluang baru yang besar bagi vendor pembuat perangkat keras maupun Iunak untuk dalam menciptakan Iayanan-Iayanan dan teknologi-teknologi barn.

Era globalisasi telah menempatkan pula IT sebagai tulaflg punggung kegiatan ekonomi dunia karena mernpakan satu-satunya media yang dapat menyediakan layanan yang border! ess dan multidimensj. Posisi IT yang Strategis dalam percaturan
ekonomi global mi telah menjadikan jasa telekomunikasi sebagai jasa yang diperdagangkan dan sarana vital bagi sebagian besar jasa Iainnya.

Posisi strategis mi pula yang telah membuka peluang bisnis barn bagi penyedia jasa telekomunikasi dan informasi. Pernsahaan yang pada awalnya membenkan layanan data, saat mi bisa memasuki bisnis telekomunikasi dan bahkan entertainment. Perusahaan entertainment bisa memasuki bisnis telekomunikasi dan data. Dan perusahaan yang pada awalnya hanya memberikan layanan komunikasi~ saat bisa memberikan Iayanan entertainment dan data. Dalam penyelenggaraanya, pernsahaan-perusahaan tersebut dapat berperan sebagai network provider, service provider, content provider atau bahkan ketiganya.



Datangnya masyarakat informasi

Sejak kehadiran era informasi, kesadaran masyarakat akan pentingnya informasj terns meningkat, dan mendorong fungsi jasa telekomunikasi berubah menjadi sarana untuk mendapatkan informasi.

Bentuk-bentuk informasi yang ingin diperoleh semakin had semakin beragam, mulai dad informasi bisnis, pendidikan, komersial, hingga hiburan. Sejumlah kegiatan sehad-had yang biasa dilakukan secara manual! tatap muka, mulai beralih untuk dilakukan melalui jasa telekomunikasi, seperti transaksi bisnis, proses pengajaran jarak jauh, belanja jarak jauh, dan beberapa proses perkantoran yang sudah beralih dengan memanfaatkan jasa telekomunikasi. Maka belakangan sedng kita dengar
istilah e-commerce, tele-shopping, distance learning, e-banking, e-business, EDI, video conference, video on demand, multimedia dan e-govemment. Di negara­negara maju, peralihan proses telah membedkan nilai tambah yang begitu besar bagi pernsahaan, dalam bentuk peningkatan efisiensi dan keuntungan yang semakin besar.

Lahir dan berkembangnya Internet telah memberikan nuansa lain dad jasa telekomunikasi konvensional yang sudah Iama dikenal masyarakat sebelumnya, yaitu POTS. Industri-industri teknologi inforrnasi yang berkecimpung di Internet terns berusaha mengembangkan Iayanan-Iayanan barn melalui Internet. Bahkan sejumlah pernsahaan jasa telah menjadikan Internet sebagai salah satu tulang punggung bisnisnya. Internet memang membedkan akselerasi yang Iuar biasa terhadap pergeseran jasa telekomunikasi menjadi jasa teknologi informasi atau IT services.


Perkembangan Industri IT di Indonesia

Perkembangan internet di dunia telah membawa dampak yang signifikan bagi Industri IT di Indonesia seperti menjamurnya ISP, munculnya software house baik besar maupun kecil dan bermunculannya web commerce yang tidak pemah terbayangkan sebelumnya.

Angka pertumbuhan internet di Indonesia pada tahun 95 sebesar 700 % per tahun, sementara dunia hanya sebesar 100 %. Berdasarkan Iaporan WoiId
Telecommunication Development Report, jumlah pengguna pengguna internet pada tahun 1996 sebesar 80.000 pengguna dengan jumlah populasi PC sebanyak 940.000 dan jumlah host sebanyak 9591. Jumlah PC sampai awal tahun 1999 mi sudah mencapai 3 juta, sehingga diperkirakan jumlah pengguna internet pada tahun
1999 mi berjumlah 260 dbu. Pertumbuhan yang sangat signifikan apalagi mengingat kondisi krisis ekonomi. Pertumbuhan mi diperkirakan akan Iebih tinggi Iagi apabila tidak terjadi krisis ekonomi.

Dengan masuknya Internet dalam era komersial pada awal tahun 90-an, maka bermunculanlah situs commerce di Indonesia. E-Commerce mernpakan suatu bentuk elektronisasi atau digitalisasi berbagai bentuk proses jual beli dan berbagai bentuk transaksi bisnis Iainnya. Definisi proses jual bell dan transaksi bisnis Iamn di sini di mata produsen meliputi mengiklankan produk, menawarkan servis, membedkan cara transaksi online dengan Online Payment Systems yang balk, akses informasi secara online (seperti online seminar dan teletraining) serta beberapa aktifitas lain.

Proyeksi eStats di tahun 2000 konsumen eCommerce di dunia, akan tumbuh menjadi 92 % dad pengguna internet dan dad jumlah aktual transaksi tumbuh menjadi 45 % dad pengguna internet. Jika di tahun 2000 diperkirakan pengguna Internet menjadi 142 juta maka berarti 130,64 juta pengguna internet akan memiliki lifestyle eComrnerce, di mana aktual pengguna yang transaksi akan tumbuh menjadi 63,9 juta. Indonesia pada tahun 2000, diramalkan pengguna intemetnya akan tumbuh menjadi konsumen eCommerce.

Layanan informasi kini beralih kepada pemanfaatan teknologi Internet. Yellow Pages (Buku Telepon) kini bisa juga didapat pada Internet, informasi billing telkom kini juga sudah dapat dinikmati melalui Internet. Tidak menutup kemungkinan Iayanan telekomunikasi lain juga dapat memanfaatkan teknologi Internet, Voice Over IP dan Fax Service via Internet serta jasa-jasa telekomunikasi Iainnya.

Semakin banyaknya kegiatan pemanfaatan perangkat telekomunikasi yang ada menyebabkan arah percepatan Teknologi Informasi di Indonesia bergerak ke pengembangan perangkat lunak dan kontent yang memanfaatkan teknologi telekomunikasi yang ada.

Berkembangnya industd perangkat Iunak dan kontent juga diakibatkan oleh karena adanya kebutuhan dad beberapa pihak terhadap informasi dalam format yang Iebih sesuai untuk kepentingannya. Kebutuhan tersebut diakomodasi oteh perangkat Iunak sebagai pengolah data/informasi dan softwarenya lebih dikenal sebagai suatu Decision Support System (DSS).

Kalau industri software dan kontent di Indonesia menunjukkan kurva tumbuh, tidak demikian halnya dengan industd dalam neged hardware konvensional telekomunikasi. Dengan pesatnya perkembangan teknologi telekomunikasi dan informasi, industn perangkat keras dalam negeri banyak mengalami kemunduran, karena tidak didukung dengan kapital yang besar dan dukungan R&D yang kuat


Strategi pembangunan industri IT di Indonesia

Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, jasa telekomunikasi di Indonesia saat pun sudah mengalami pergeseran menuju Iayanan informasi. Sehingga perkembangan jasa telekomunikasi sangat ditentukan oleh ketiga unsur industn pendukung teknologi inforrnasi.

kondisi kdsis yang tengah dialami bangsa Indonesia membuat hampir semua sektor industri di Indonesia mengalami masa-masa sulit, terutama bagi industri yang
membutuhkan modal dan biaya operasi yang tinggi. Hal yang sama juga dialami industd IT. Sejumlah pernsahaan yang bergerak di bidang pengembangan perangkat keras, khususnya industri elektronika dan perangkat telekomunikasi, mengalami defisit yang luar biasa. Namun secara kontradiktif, ada suatu perkembangan yang hams tems berlangsung di bidang jasa telekomunikasi. Kondisi lain yang tidak mendukung adalah berjayanya pemain-pemain besar dunia di bidang industri elektronika dan telekomunikasi di Indonesia. Mereka memang hams diakui dapat menawarkan produk-produk perangkat keras yang balk dalam segala aspek selain memang perkembangan teknologi informasi di Indonesia sudah dalam kendali mereka.

Suatu celah yang masih terbuka Iebar adalah penyediaan content dalam pengembangan jasa telekomunikasi barn. Industd yang kompeten dalam penyediaan content adalah industd perangkat Iunak. Industd membutuhkan investasi yang relatif kecil dibandingkan industri IT lain yang bersifat hardware. Investasi yang paling utama dalam industd perangkat lunak adalah kemampuan sumber daya manusia. Saat mi sudah banyak pergurnan tinggi yang setiap tahunnya menghasilkan ratusan hingga dbuan sumber daya manusia profesional di bidang pengembangan perangkat Iunak. Jadi dad sisi penyiapan sumber daya manusia, industd perangkat Iunak di Indonesia memiliki potensi yang baik.

Permasalahan selanjutnya adalah mencad cara yang efektif untuk mengoptimalkan sumber daya manusia bidang pengembangan software yang berpotensi dalam mendukung pengembangan jasa telekomunikasi. Salah satu kunci keberhasilannya adalah tumbuh subumya inovasi dan kuatnya R&D telekomunikasi. Jasa-jasa telekomunikasi barn di negara-negara yang sudah lebih maju, seperti Jepang dan Singapura, Iahir karena inovasi yang begitu subur serta kuatnya dukungan R&D telekomunikasi untuk mewujudkan inovasi-inovasi tersebut. Untuk dapat Iahir sebagai suatu jasa barn, maka suatu inovasi perlu mendapatkan dukungan investasi. Sebagian investasi dibutuhkan untuk kegiatan R&D tersebut. Namun di tengah kondisi knsis yang masih melanda Indonesia, investasi yang besar jelas mernpakan sesuatu yang tidak mungkin. Dengan demikian kuncinya terdapat pada pengembangan perangkat Iunak yang membutuhkan investasi jauh Iebih kecil.

Lambat laun, namun pasti, pertumbuhan jasa telekomunikasi barn tersebut akan membedkan kontdbusi yang berharga bagi perekonomian bangsa. Di saat kondisi sudah membaik, maka industri elektronika dapat kembali tumbuh untuk membenkan akselerasi yang Iebih tinggi pada perkembangan jasa telekomunikasi.


Penutup

Pergeseran kebutuhan dan kemajuan teknologi jasa telekomunikasi telah menuntut adanya pembaharnan regufasi dalam bisnis jasa telekomunikasi dan informasi. Tujuan pembaharnan tersebut tidak lain adalah untuk menciptakan lingkungan kompetisi dan meningkatkan peluang bisnis dalam industri jasa telekomunikasi dan informasi yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan perkembangan masyarakat informasi dewasa mi. Pada akhimya pembaharnan regulasi tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan perekonomian Indonesia memasuki era globalisasi ekonomi mendatang. Namun pembaharnan regulasi jasa telekomunikasi dan informasi mi tidak Iah begitu berarti tanpa diikuti oleh pembaharnan regulasi di sektor lain, seperti pembaharuan regulasi sektor perdagangan untuk menunjang e­commerce.

kebijakan-kebijakan yang tepat untuk menumbuhkan industri IT nasional pada arah yang sesuai juga sangat diperlukan. Pengarahan investasi pada industd IT berorientasi ‘softgoods’ sangat sesuai untuk kondisi Indonesia yang masih mengalami kesulitan dalam memperoleh kapital besar.

Referensi:
- John Welly, 2004 , Jasa Telekomunikasi ,Jakarta

Senin, 01 Desember 2008

SOAL UJIAN Perkembangan Teknologi Komunikasi

Soal-Soal Mid Semester Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi akan kami berikan kemudian. Silakan anda buka lagi besok Rabo, depan terimakasih

Minggu, 23 November 2008

BUKU REFERENSI PR


Buku-Buku Referensi yang harus anda baca :
1. Buku Human Relations dan Public Relations Dalam Manajemen, (Prof. Drs. Onong Uchjana Efendy, MA Penerbit CV Mandar Maju)


2. Etika PR dan E-PR (Rini Darmastuti, S.Sos., M.Si, (Penerbit Gaya Media Jogyakarta)


3. Metode Penelitian PR dan Komuikasi (Rosady Ruslan, SH, MM Penerbit Rajawali Pers)


4. Dasar-Dasar PR, ( Oemi Abdurrahman, M.A. Penerbit PT. Citra Aditya Bakti Bandung 2001).


5. PR yang sukses dalam Sepekan (Clairie Austin Penerbit Megapoin Divisi dari Kesaint Blanc Jakarta – Indonesia, 2003)



6. Media Penyiaran Strategi Mengelola Radio dan Televisi Bab10 ( Morissan MA Pengantar Prof. Dr. HM Burhan Bungin, S.Sos, M.Si, Penerbit Ramdina Prakarsa)


Selasa, 04 November 2008

Mahasiswa POLSA Kuliah Kewirausahaan Di KA Prameks



Mahasiswa POLSA ketika kuliah Lapangan di Bidang Kewirausahaan di Jogyakarta dengan kereta Prameks di bawah dosen pembimbing MH. Qoyim, S.Sos